Gempar Ibu Muda Cantik Melahirkan di Pembalut, Penolongnya Wanita Hamil Tua
Senin, 19 April 2021 - 18:21 WIB
Lebih lanjut kata dia, Bahwa saat ini sudah memiliki empat orang anak dan ini hamil anak kelima , tapi belum pernah sebelumnya melihat dan merasakan proses persalinan seperti yang di alami oleh pasien Raudatul Jannah, melahirkan di pembalut.
"Saya ini hamil anak kelima, tapi saya belum pernah melihat dan merasakan proses persalinan seperti itu. Biasanya setiap ibu hamil yang mau melahirkan di rumah sakit atau klinik ada pendampingnya dari para paramedis, yang selalu mengecek kondisi pasien secara berkala," terangnya.
Ti Ainsyah sama sekali tak menduga bahwa pelayanan medis di RSUD Pidie Jaya sangat amburadul, dia dengan mata kepalanya menyaksikan serta ikut membantu persalinan pasien sekamar dengannya bersalin dalam pembalut di ruang persalinan rumah sakit.
Baca juga: Narmada Lombok Barat Mencekam, 2 Kelompok Pemuda Terlibat Perang Petasan
Peristiwa yang di alami oleh Raudatul Jannah berada di Ruang Keupula, ruang persalinan ibu dan anak RSUD Pidie Jaya, pada Jumat (16/4/2021) lalu, sekitar pukul 02.30 wib dini hari. Menurut kisah cerita dari pada Ti Ainsyah bahwa kejadiannya berawal saat Raudatul Jannah tengah hamil besar dan mengalami pecah ketuban , pihak keluarga melaporkan ke petugas medis yang piket malam di ruangan keupul, tapi pihak medis hanya menyarankan agar pasien dipakaikan pembalut.
"Kejadiannya tengah malam, pasien mengalami pecah ketuban , pihak keluarga laporkan ke petugas medis yang piket, keluarga pasien langsung memanggil petugas untuk meminta pertolongan terkait kondisi pasien yang sudah mulai nyeri dan pecah ketuban , bukan malah di tolong mendatangi pasien, petugas piket hanya memerintahkan keluarga pasien untuk memakaikan pembalut," jelasnya.
"Saya ini hamil anak kelima, tapi saya belum pernah melihat dan merasakan proses persalinan seperti itu. Biasanya setiap ibu hamil yang mau melahirkan di rumah sakit atau klinik ada pendampingnya dari para paramedis, yang selalu mengecek kondisi pasien secara berkala," terangnya.
Ti Ainsyah sama sekali tak menduga bahwa pelayanan medis di RSUD Pidie Jaya sangat amburadul, dia dengan mata kepalanya menyaksikan serta ikut membantu persalinan pasien sekamar dengannya bersalin dalam pembalut di ruang persalinan rumah sakit.
Baca juga: Narmada Lombok Barat Mencekam, 2 Kelompok Pemuda Terlibat Perang Petasan
Peristiwa yang di alami oleh Raudatul Jannah berada di Ruang Keupula, ruang persalinan ibu dan anak RSUD Pidie Jaya, pada Jumat (16/4/2021) lalu, sekitar pukul 02.30 wib dini hari. Menurut kisah cerita dari pada Ti Ainsyah bahwa kejadiannya berawal saat Raudatul Jannah tengah hamil besar dan mengalami pecah ketuban , pihak keluarga melaporkan ke petugas medis yang piket malam di ruangan keupul, tapi pihak medis hanya menyarankan agar pasien dipakaikan pembalut.
"Kejadiannya tengah malam, pasien mengalami pecah ketuban , pihak keluarga laporkan ke petugas medis yang piket, keluarga pasien langsung memanggil petugas untuk meminta pertolongan terkait kondisi pasien yang sudah mulai nyeri dan pecah ketuban , bukan malah di tolong mendatangi pasien, petugas piket hanya memerintahkan keluarga pasien untuk memakaikan pembalut," jelasnya.
Lihat Juga :