Tren Covid Menurun, Pemkot Bogor Akan Tutup RS Lapangan di GOR Pajajaran
Jum'at, 09 April 2021 - 19:35 WIB
“Kelihatannya dari tren kasus harian kan menurun jauh, bahkan BOR pun turun banget kisaran 30 persen jauh dari standar WHO. Kemungkinan kita akan kembali ke rumah sakit. Jadi rumah sakit lapangan kemungkinan tidak akan diperpanjang (ditutup)," ujar Dedie, Jumat (9/4/2021).
Baca juga: Biar Lebih Percaya Diri Buka Sekolah, Pemkot Bogor Kejar Vaksinasi 6.000 Guru
RS Lapangan Kota Bogor memiliki masa operasional selama tiga bulan yakni 18 Januari 2021 hingga 18 April 2021. RS Lapangan dibuat untuk meningkatkan BOR di Kota Bogor. Dengan 64 tempat tidur (TT), pasien Covid-19 berstatus hijau dan kuning atau bergejala ringan bisa dirawat di RS Lapangan Kota Bogor.
Nanti pasien Covid-19 bergejala ringan bisa dirawat di rumah sakit biasa atau melakukan isolasi mandiri di rumah. “Kalau gejala ringan kan di rumah juga bisa. Gejala sedang dan berat boleh lah ke rumah sakit. Tetapi yang pasti kita upayakan dengan menggalakkan vaksin, menghindarkan dari kerumunan, dan protokol kesehatan ditingkatkan. Itu Insyaallah menurunkan risiko penyebaran Covid-19,” ungkapnya.
Baca juga: Biar Lebih Percaya Diri Buka Sekolah, Pemkot Bogor Kejar Vaksinasi 6.000 Guru
RS Lapangan Kota Bogor memiliki masa operasional selama tiga bulan yakni 18 Januari 2021 hingga 18 April 2021. RS Lapangan dibuat untuk meningkatkan BOR di Kota Bogor. Dengan 64 tempat tidur (TT), pasien Covid-19 berstatus hijau dan kuning atau bergejala ringan bisa dirawat di RS Lapangan Kota Bogor.
Nanti pasien Covid-19 bergejala ringan bisa dirawat di rumah sakit biasa atau melakukan isolasi mandiri di rumah. “Kalau gejala ringan kan di rumah juga bisa. Gejala sedang dan berat boleh lah ke rumah sakit. Tetapi yang pasti kita upayakan dengan menggalakkan vaksin, menghindarkan dari kerumunan, dan protokol kesehatan ditingkatkan. Itu Insyaallah menurunkan risiko penyebaran Covid-19,” ungkapnya.
(jon)
Lihat Juga :