Dewan Tagih Transparansi Penggunaan Anggaran Makassar Recover
Kamis, 08 April 2021 - 08:38 WIB
Penggunaan anggaran program Makassar Recover harus tepat sasaran. Foto: Ilustrasi
MAKASSAR - Penggunaan anggaran program Makassar Recover harus tepat sasaran. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar tidak mau program unggulan yang menelan anggaran hingga Rp380 miliar ini hanya sekadar pemborosan.
Alokasi anggaran program Makassar Recover diketahui bersumber dari refocusing anggaran program kerja yang ada di masing-masing OPD. Seperti proyek pedestrian Metro Tanjung Bunga , Rp100 miliar lebih anggaran dari proyek itu dialihkan untuk program Makassar Recover.
Ketua Badan Anggaran DPRD Makassar, Adi Rasyid Ali mengaku tidak bisa merasionalisasi anggaran Makassar Recover. Sebab aturannya, pemerintah diperbolehkan melakukan pergeseran anggaran untuk penanganan Covid-19 tanpa melalui persetujuan DPRD.
Meski begitu, dia menagih transparansi pemerintah kota dengan melaporkan draf rincian penggunaan anggaran program Makassar Recover. Dia juga mempertanyakan alasan pemerintah belum melaporkan rincian anggaran program tersebut.
"Kami harus tahu apa saja yang dibelanjakan terkait Covid-19 ini. Kami sudah minta data rinciannya tapi belum di kasih sampai saat ini," kata Ara, kepada SINDOnews, Rabu (7/4/2021).
Baca Juga: Makassar Recover Butuh Rp370 M, Anggaran Proyek Strategis Dialihkan
Lantaran tidak melalui pembahasan di Badan Anggaran DPRD Makassar, legislator Fraksi Partai Demokrat ini tidak ingin ada program yang sifatnya tidak produktif. Apalagi, kata dia, ada 16 ribu tenaga ahli dan relawan yang dilibatkan dalam program ini dan honornya mesti dibayar.
Alokasi anggaran program Makassar Recover diketahui bersumber dari refocusing anggaran program kerja yang ada di masing-masing OPD. Seperti proyek pedestrian Metro Tanjung Bunga , Rp100 miliar lebih anggaran dari proyek itu dialihkan untuk program Makassar Recover.
Ketua Badan Anggaran DPRD Makassar, Adi Rasyid Ali mengaku tidak bisa merasionalisasi anggaran Makassar Recover. Sebab aturannya, pemerintah diperbolehkan melakukan pergeseran anggaran untuk penanganan Covid-19 tanpa melalui persetujuan DPRD.
Meski begitu, dia menagih transparansi pemerintah kota dengan melaporkan draf rincian penggunaan anggaran program Makassar Recover. Dia juga mempertanyakan alasan pemerintah belum melaporkan rincian anggaran program tersebut.
"Kami harus tahu apa saja yang dibelanjakan terkait Covid-19 ini. Kami sudah minta data rinciannya tapi belum di kasih sampai saat ini," kata Ara, kepada SINDOnews, Rabu (7/4/2021).
Baca Juga: Makassar Recover Butuh Rp370 M, Anggaran Proyek Strategis Dialihkan
Lantaran tidak melalui pembahasan di Badan Anggaran DPRD Makassar, legislator Fraksi Partai Demokrat ini tidak ingin ada program yang sifatnya tidak produktif. Apalagi, kata dia, ada 16 ribu tenaga ahli dan relawan yang dilibatkan dalam program ini dan honornya mesti dibayar.
Lihat Juga :