Sistem PJJ Hadapi Kendala Besar, 50 Persen Siswa Belum Punya Smartphone
Rabu, 07 April 2021 - 10:58 WIB
"Mereka yang belum memiliki smartphone tentu akan merasakan kesulitan untuk mengikuti pembelajaran yang dilakukan secara jarak jauh dan bahkan terancam putus sekolah karena tidak punya fasilitas belajar online," kata Audrey, Rabu (7/4/2021).
Guna membantu meringankan beban siswa PJJ, pihaknya membagikan ratusan paket smartphone dan kuota internet kepada siswa-siswa SD yang tidak memiliki fasilitas belajar online melalui sekolah-sekolah yang tersebar di berbagai kota di Indonesia, yakni Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Makassar, Medan, Palembang, Lampung, dan Samarinda.
"Program bantuan ini merupakan kelanjutan dari kampanye Bodrex Merah Putih Berbagi pada tahun 2020 dalam rangka memperingati 50 tahun bodrex," ujarnya.
Audrey melanjutkan, sebagai salah satu brand obat sakit kepala di Indonesia, pihaknya ingin memberikan kontribusi secara langsung kepada masyarakat, terutama di sektor pendidikan selama masa pandemi COVID-19.
"Smartphone yang kami donasikan tersebut akan menjadi inventaris sekolah untuk dipinjamkan kepada siswa yang memiliki keterbatasan fasilitas dalam proses pembelajaran jarak jauh selama dibutuhkan," jelasnya.
Audrey menjelaskan, sekolah yang terpilih mendapatkan bantuan paket smartphone dan kuota internet adalah yang memberlakukan sistem PJJ dan memiliki siswa yang belum memiliki fasilitas belajar online Siswa-siswa yang terpilih diutamakan yang duduk di kelas 3 SD hingga 6 SD.
Guna membantu meringankan beban siswa PJJ, pihaknya membagikan ratusan paket smartphone dan kuota internet kepada siswa-siswa SD yang tidak memiliki fasilitas belajar online melalui sekolah-sekolah yang tersebar di berbagai kota di Indonesia, yakni Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Makassar, Medan, Palembang, Lampung, dan Samarinda.
"Program bantuan ini merupakan kelanjutan dari kampanye Bodrex Merah Putih Berbagi pada tahun 2020 dalam rangka memperingati 50 tahun bodrex," ujarnya.
Audrey melanjutkan, sebagai salah satu brand obat sakit kepala di Indonesia, pihaknya ingin memberikan kontribusi secara langsung kepada masyarakat, terutama di sektor pendidikan selama masa pandemi COVID-19.
"Smartphone yang kami donasikan tersebut akan menjadi inventaris sekolah untuk dipinjamkan kepada siswa yang memiliki keterbatasan fasilitas dalam proses pembelajaran jarak jauh selama dibutuhkan," jelasnya.
Audrey menjelaskan, sekolah yang terpilih mendapatkan bantuan paket smartphone dan kuota internet adalah yang memberlakukan sistem PJJ dan memiliki siswa yang belum memiliki fasilitas belajar online Siswa-siswa yang terpilih diutamakan yang duduk di kelas 3 SD hingga 6 SD.
Lihat Juga :