Dapat Transfer Ilmu, RSUD Jayapura Mampu Tangani Bedah Saraf Kejepit

Sabtu, 03 April 2021 - 04:12 WIB
Eka melakukan transfer ilmu sebagai bentuk kepedulian terhadap kemajuan dunia kedokteran di Papua dan membantu peningkatan layanan. Sehingga kemampuan RSUD Jayapura dalam menangani kasus-kasus yang lebih rumit tanpa harus dirujuk ke daerah lain.

Eka yang mewakili Siloam Hospitals mengatakan, pengalaman dan jam terbang sangat dibutuhkan oleh setiap dokter bedah agar menambah kemampuan dan semakin ahli menangani pasien. “Kami memerlukan waktu 25 tahun. Saya mulai bedah mikro sejak 1996,” katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (2/4/2021).

Kedatangannya ke RSUD Jayapura salah satunya agar para dokter muda dapat menimba pengalaman dari yang lebih senior. “Kekurangan tentu banyak dalam artian perlengkapan alat. Fasilitas ini semoga segera dilengkapi dengan bersinergi bersama pemerintah Papua. Tapi alat itu bukan satu-satunya, yang utama adalah memiliki mental. Apa yang ada saat ini, kita berangkat dulu,” katanya.

Dengan peningkatan kemampuan dan fasilitas, dr Eka mengharapkan ke depan bila ada pasien yang membutuhkan operasi saraf bisa ditangani di RSUD tanpa harus diterbangkan ke Jakarta.

Sementara dr Tommy Numberi usai melakukan pembedahan menyatakan kegiatan bedah gabungan atau joint surgery ini berlangsung selama kurang lebih 4 jam.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!