FJS dan GAPKI Beri Santunan Anak Yatim di Tengah Pandemi COVID-19
Rabu, 20 Mei 2020 - 12:59 WIB
Di tengah Pandemi COVID-19, Forum Jurnalis Sawit (FJS) bersama Gabungan Industri Kelapa Sawit Indonesia memberikan santunan anak yatim piatu di Panti Asuhan Al Mukhlisin, Cibubur, Jakarta Timur. Foto FJS
JAKARTA - Di tengah Pandemi COVID-19, Forum Jurnalis Sawit (FJS) bersama Gabungan Industri Kelapa Sawit Indonesia ( GAPKI ) memberikan santunan anak yatim piatu di Panti Asuhan Al Mukhlisin, Cibubur, Jakarta Timur.
Dalam pemberian santunan bertajuk FJS dan GAPKI Berbagi ini, dihadiri Ketua Bidang Komunikasi GAPKI Tofan Mahdi dan Ketua FJS Sudarsono. Dari pihak pengurus Al Mukhlisin hadir Ustaz Bambang Sundawa. (Baca:Pendukung Ricuh di Gunung Sindur, Bahar Smith Dikirim ke Nusakambangan)
Tofan Mahdi, merasa bersyukur bisa hadir di tengah anak yatim. Dia pun mengenang kepergian sang ayah saat berumur 4 tahun. "Saya sudah ditinggal bapak saat berumur 4 tahun. Kemudian dibesarkan ibu," tuturnya.
Selanjutnya, Topan mewanti-wanti para anak yatim agar selalu memuliakan orang tua, khususnya ibu. Dan, tidak mudah putus asa dalam meraih impian atau cita-cita. "Adik-adik jangan putus asa, atau pesimistis. Anda bisa menjadi orang sukses. Yang penting muliakan orang tua, terutama ibu," katanya dalam pernyataan tertulis yang diterima SINDOnews, Rabu (20/5/2020).
Saat kelas 4 SD, Tofan terpaksa ikut dengan orang tua angkat hingga lulus kuliah. Tentu saja, momentum itu sangat dikenang karena menjadi saat-saat yang sulit. Namun kini, Tofan sudah bisa bernafas lega. Kerja keras dan bakti kepada orang tua adalah kunci suksesnya.
Sementara Ustaz Bambang mengapresiasi pemberian santunan dari FJS dan GAPKI, serta tak lupa menyatakan syukur. "Semoga Allah melipatgadankan amal baiknya, serta dimudahkan segala urusan. Diberi kesehatan, diangkat segala penyakit di badan. Aamiin," tegasnya.
Dalam pemberian santunan bertajuk FJS dan GAPKI Berbagi ini, dihadiri Ketua Bidang Komunikasi GAPKI Tofan Mahdi dan Ketua FJS Sudarsono. Dari pihak pengurus Al Mukhlisin hadir Ustaz Bambang Sundawa. (Baca:Pendukung Ricuh di Gunung Sindur, Bahar Smith Dikirim ke Nusakambangan)
Tofan Mahdi, merasa bersyukur bisa hadir di tengah anak yatim. Dia pun mengenang kepergian sang ayah saat berumur 4 tahun. "Saya sudah ditinggal bapak saat berumur 4 tahun. Kemudian dibesarkan ibu," tuturnya.
Selanjutnya, Topan mewanti-wanti para anak yatim agar selalu memuliakan orang tua, khususnya ibu. Dan, tidak mudah putus asa dalam meraih impian atau cita-cita. "Adik-adik jangan putus asa, atau pesimistis. Anda bisa menjadi orang sukses. Yang penting muliakan orang tua, terutama ibu," katanya dalam pernyataan tertulis yang diterima SINDOnews, Rabu (20/5/2020).
Saat kelas 4 SD, Tofan terpaksa ikut dengan orang tua angkat hingga lulus kuliah. Tentu saja, momentum itu sangat dikenang karena menjadi saat-saat yang sulit. Namun kini, Tofan sudah bisa bernafas lega. Kerja keras dan bakti kepada orang tua adalah kunci suksesnya.
Sementara Ustaz Bambang mengapresiasi pemberian santunan dari FJS dan GAPKI, serta tak lupa menyatakan syukur. "Semoga Allah melipatgadankan amal baiknya, serta dimudahkan segala urusan. Diberi kesehatan, diangkat segala penyakit di badan. Aamiin," tegasnya.
Lihat Juga :