Bandel Berkeliaran, Buleleng Perketat Karantina Pekerja Migrant
Sabtu, 18 April 2020 - 18:45 WIB
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID -19 Kabupaten Buleleng saat ini sudah menyusun tata tertib bagi pelaku karantina. Selain dilarang untuk melakukan aktivitas berkumpul. Karena itu, pelaku karantina juga diimbau untuk tetap berada di dalam kamar, kecuali untuk kegiatan olah raga. Aktivitas olah raga pun tetap memperhatikan physical distancing dengan orang lain.
Tidak hanya itu, tata cara pemberian makanan juga harus menjadi perhatian. Di mana setiap bentuk pemberian makanan kepada pelaku karantina agar menggunakan bungkusan sekali pakai. Pelaku juga diminta untuk secara mandiri membersihkan kamarnya. Hal ini untuk menghindari kontak dengan pegawai hotel.
Terkait masalah tempat karantina, Bupati asal desa Banyuatis Kecamatan Banjar ini mengaku akan terus mengupayakan mencari hotel-hotel yang mau digunakan sebagai tempat karantina. Jika nantinya kamar hotel yang ada saat ini tidak cukup, maka bukan tidak mungkin penempatan karantina akan didistribusikan ke desa-desa.
Hanya saja, jika nantinya alternatif tersebut diambil, maka harus ada fasilitas yang layak dan representatif. Sekalipun misalnya dengan menggunakan gedung-gedung sekolah, maka harus dibatasi jumlah orang yang ditempatkan di sana.
“Sebenarnya secara psikologis dia lebih nyaman, bisa dekat dengan keluarganya. Di desa, udara juga jauh lebih segar. Karena untuk peningkatan imun tubuh itu tidak saja dari makanan. Tetapi suasana hati juga mempengaruhi,” paparnya.
Tidak hanya itu, tata cara pemberian makanan juga harus menjadi perhatian. Di mana setiap bentuk pemberian makanan kepada pelaku karantina agar menggunakan bungkusan sekali pakai. Pelaku juga diminta untuk secara mandiri membersihkan kamarnya. Hal ini untuk menghindari kontak dengan pegawai hotel.
Terkait masalah tempat karantina, Bupati asal desa Banyuatis Kecamatan Banjar ini mengaku akan terus mengupayakan mencari hotel-hotel yang mau digunakan sebagai tempat karantina. Jika nantinya kamar hotel yang ada saat ini tidak cukup, maka bukan tidak mungkin penempatan karantina akan didistribusikan ke desa-desa.
Hanya saja, jika nantinya alternatif tersebut diambil, maka harus ada fasilitas yang layak dan representatif. Sekalipun misalnya dengan menggunakan gedung-gedung sekolah, maka harus dibatasi jumlah orang yang ditempatkan di sana.
“Sebenarnya secara psikologis dia lebih nyaman, bisa dekat dengan keluarganya. Di desa, udara juga jauh lebih segar. Karena untuk peningkatan imun tubuh itu tidak saja dari makanan. Tetapi suasana hati juga mempengaruhi,” paparnya.
(nbs)
Lihat Juga :