Kejar Target Operasi 2022, Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dikebut
Senin, 29 Maret 2021 - 12:40 WIB
Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung terus dikebut untuk mengejar target operasi 2022 mendatang. Foto/PT KCIC
BANDUNG - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) terus mengakselerasi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) untuk mengejar target penyelesaian di tahun 2022 mendatang. Berbagai program pembangunan dilakukan, termasuk pengerjaan sarana dan prasarana penunjang operasional KCJB.
Jajaran Direksi PT KCIC pun terus melakukan koordinasi dan konsolidasi internal dan eksternal secara berkelanjutan, agar pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini dapat berjalan sesuai target. Baca juga:Demi Geber Proyek, Utusan PT KAI Didapuk Jadi Bos di PT Kereta Cepat
Corporate Secretary PT KCIC, Mirza Soraya menjelaskan, untuk mengejar target penyelesaian, percepatan progres di setiap titik dilakukan secara komprehensif, sehingga akselerasi pembangunan proyek KCJB bisa terwujud.
"Saat ini, High Speed Railway Contractor Consortium (HSRCC), KCIC, beserta pemanufaktur sarana dan prasarana terkait didampingi oleh KAI sedang merumuskan check list untuk semua sub-sistem yang dibutuhkan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, baik itu terkait EMU, railway system, maupun operasional," papar Mirza dalam keterangan resminya, Senin (29/3/2021).
Jajaran Direksi PT KCIC pun terus melakukan koordinasi dan konsolidasi internal dan eksternal secara berkelanjutan, agar pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini dapat berjalan sesuai target. Baca juga:Demi Geber Proyek, Utusan PT KAI Didapuk Jadi Bos di PT Kereta Cepat
Corporate Secretary PT KCIC, Mirza Soraya menjelaskan, untuk mengejar target penyelesaian, percepatan progres di setiap titik dilakukan secara komprehensif, sehingga akselerasi pembangunan proyek KCJB bisa terwujud.
"Saat ini, High Speed Railway Contractor Consortium (HSRCC), KCIC, beserta pemanufaktur sarana dan prasarana terkait didampingi oleh KAI sedang merumuskan check list untuk semua sub-sistem yang dibutuhkan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, baik itu terkait EMU, railway system, maupun operasional," papar Mirza dalam keterangan resminya, Senin (29/3/2021).
Lihat Juga :