Vaksinasi Pengajar dan Siswa Instrumen Kuat Skenario Pembelajaran Tatap Muka
Kamis, 18 Maret 2021 - 15:31 WIB
ilustrasi
BANDUNG BARAT - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mempersiapkan rencana Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah. Salah satunya melalui simulasi di sekolah serta yang utama adalah program vaksinasi bagi para pengajar maupun anak didik.
"Vaksinasi jadi yang utama dalam persiapan PTM. Itu sebagai bentuk ikhtiar ke para pengajar mau pun siswa," kata Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana di SMP Negeri 7 Kota Bandung.
Baca juga: Kantongi Identitas Pemeran Video Mesum, Polda Jabar Bentuk Tim Khusus
Menurutnya, vaksin COVID-19 bisa meminimalisasi dampak dan risiko adanya penularan. Hasil komunikasinya dengan wali kota juga sepakat jika, vaksinasi harus jadi prioritas sebelum sebelum PTM mulai dilakukan di sekolah.
Tidak hanya itu, Dinas Pendidikan Kota Bandung juga sudah melakukan Focus Group Discussion (FGD) dan simulasi. Skenarionya kapasitas kelas hanya 50 persen dan para siswa-siswi yang berbeda kelas tidak berbarengan jam masuk dan saat pulang sekolahnya
"Jika satu kelas 28 siswa maka yang masuk 14 orang. Untuk jam misalnya, anak kelas 1 pukul 07.00 WIB, kelas 2 pukul 07.30 WIB, kelas 3 pukul 08.00 WIB. Jadi pulangnya juga beda untuk menghindari penumpukkan siswa," imbuhnya.
"Vaksinasi jadi yang utama dalam persiapan PTM. Itu sebagai bentuk ikhtiar ke para pengajar mau pun siswa," kata Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana di SMP Negeri 7 Kota Bandung.
Baca juga: Kantongi Identitas Pemeran Video Mesum, Polda Jabar Bentuk Tim Khusus
Menurutnya, vaksin COVID-19 bisa meminimalisasi dampak dan risiko adanya penularan. Hasil komunikasinya dengan wali kota juga sepakat jika, vaksinasi harus jadi prioritas sebelum sebelum PTM mulai dilakukan di sekolah.
Tidak hanya itu, Dinas Pendidikan Kota Bandung juga sudah melakukan Focus Group Discussion (FGD) dan simulasi. Skenarionya kapasitas kelas hanya 50 persen dan para siswa-siswi yang berbeda kelas tidak berbarengan jam masuk dan saat pulang sekolahnya
"Jika satu kelas 28 siswa maka yang masuk 14 orang. Untuk jam misalnya, anak kelas 1 pukul 07.00 WIB, kelas 2 pukul 07.30 WIB, kelas 3 pukul 08.00 WIB. Jadi pulangnya juga beda untuk menghindari penumpukkan siswa," imbuhnya.
Lihat Juga :