Reaktivasi Rel Kereta Api Semarang-Lasem 70% Jalur Baru
Kamis, 18 Maret 2021 - 15:41 WIB
Bekas rel kereta api yang lama tidak mungkin dioperasikan karena sudah banyak berubah menjadi kawasan perumahan dan pertokoan, sehingga kondisinya terlalu padat.
"Mereka punya komitmen 70 % pakai jalur baru. Trase (rute) lama sudah terlalu kompleks masalahnya. Jadi kebijakan yang diambil, lebih banyak pakai jalur baru. Itu komitmen yang kami dengar dari pihak terkait, setelah terlibat dalam diskusi intensif perencanaan," katanya, Kamis (18/3/2021).
Aziz menambahkan, reaktivasi rel kereta api Semarang-Lasem sangat dinantikan masyarakat. Lebih-lebih Lasem diproyeksikan oleh pemerintah pusat menjadi Kota Pusaka. Sehingga kelak diharapkan tumbuh sebagai kawasan wisata sejarah. "Kalau sudah ada kereta api, tentu akan memudahkan akses wisatawan," ujarnya.
Menurutnya, tahun ini sudah muncul anggaran untuk investigasi trase atau rute, karena proyek tersebut akan dipercepat. "Betul memang dipercepat, karena muncul desakan dari banyak pihak. Kalau dana nggak ada refocusing untuk COVID-19. Harusnya tahun ini sudah ada kegiatan investigasi trase jalurnya," terang Aziz.
Politisi PPP yang biasa dipanggil Gus Aziz ini membeberkan apabila investigasi jalur selesai, perkiraan tahun 2022 dilanjutkan dengan mematangkan desainnya dan tahun 2023 peletakan batu pertama.
"Mereka punya komitmen 70 % pakai jalur baru. Trase (rute) lama sudah terlalu kompleks masalahnya. Jadi kebijakan yang diambil, lebih banyak pakai jalur baru. Itu komitmen yang kami dengar dari pihak terkait, setelah terlibat dalam diskusi intensif perencanaan," katanya, Kamis (18/3/2021).
Aziz menambahkan, reaktivasi rel kereta api Semarang-Lasem sangat dinantikan masyarakat. Lebih-lebih Lasem diproyeksikan oleh pemerintah pusat menjadi Kota Pusaka. Sehingga kelak diharapkan tumbuh sebagai kawasan wisata sejarah. "Kalau sudah ada kereta api, tentu akan memudahkan akses wisatawan," ujarnya.
Menurutnya, tahun ini sudah muncul anggaran untuk investigasi trase atau rute, karena proyek tersebut akan dipercepat. "Betul memang dipercepat, karena muncul desakan dari banyak pihak. Kalau dana nggak ada refocusing untuk COVID-19. Harusnya tahun ini sudah ada kegiatan investigasi trase jalurnya," terang Aziz.
Politisi PPP yang biasa dipanggil Gus Aziz ini membeberkan apabila investigasi jalur selesai, perkiraan tahun 2022 dilanjutkan dengan mematangkan desainnya dan tahun 2023 peletakan batu pertama.
Lihat Juga :