Ridwan Kamil Dorong Lembaga Swasta di Jabar Gelar Vaksinasi Massal
Kamis, 18 Maret 2021 - 13:35 WIB
"Jawa Barat tengah mencari lembaga- lembaga swasta, pihak ketiga yang mau bela negara untuk menjadi panitia vaksinasi massal. Karena kalau ini berhasil seperti ini, maka ekonomi akan cepat pulih. Karena kalau ekonomi pulih, maka bisnis pun akan pulih," tuturnya.
Emil pun mengapresiasi TNI dan Polri yang juga telah berpartisipasi aktif dalam mendukung vaksinasi massal dengan menyulap gedung-gedung di lingkungan TNI dan Polri menjadi tempat vaksinasi massal. Baca: Tercemar Phospat, Ekosistem Sungai Tambak Wedi Surabaya Terancam Buyar.
"Kita sudah hitung minimal kita perlu 40-an gedung besar seperti ini (GOR Arcamanik). Saya doakan kegiatan ini menjadi viral dan inspiratif. Berlomba- lomba dalam kebaikan karena tanpa kebersamaan kita tidak bisa meraih kesuksesan," katanya.
Dalam kesempatan itu, Emil pun kembali mengingatkan masyarakat yang telah menjalani vaksinasi COVID-19, agar tidak bersikap euforia. Pasalnya, kata Emil, antibodi untuk melawan COVID-19 baru akan terbentuk selama 1-3 bulan setelah suntikan kedua. Baca Juga: Unjuk Rasa di Mapolres Bima, Massa Desak Bos Kafe Brazil Ditangkap.
"Antibodi itu munculnya selama 1 bulan setelah suntikan kedua, maksimalnya 3 bulan. karenanya, tetap terapkan 5 M, tetap jaga jarak dan jauhi kerumunan sampai suatu hari nanti dirumuskan proklamasi kemerdekaan dari Covid oleh presiden. Dari situlah kita bisa lega kembali menatap peradaban," pungkasnya.
Emil pun mengapresiasi TNI dan Polri yang juga telah berpartisipasi aktif dalam mendukung vaksinasi massal dengan menyulap gedung-gedung di lingkungan TNI dan Polri menjadi tempat vaksinasi massal. Baca: Tercemar Phospat, Ekosistem Sungai Tambak Wedi Surabaya Terancam Buyar.
"Kita sudah hitung minimal kita perlu 40-an gedung besar seperti ini (GOR Arcamanik). Saya doakan kegiatan ini menjadi viral dan inspiratif. Berlomba- lomba dalam kebaikan karena tanpa kebersamaan kita tidak bisa meraih kesuksesan," katanya.
Dalam kesempatan itu, Emil pun kembali mengingatkan masyarakat yang telah menjalani vaksinasi COVID-19, agar tidak bersikap euforia. Pasalnya, kata Emil, antibodi untuk melawan COVID-19 baru akan terbentuk selama 1-3 bulan setelah suntikan kedua. Baca Juga: Unjuk Rasa di Mapolres Bima, Massa Desak Bos Kafe Brazil Ditangkap.
"Antibodi itu munculnya selama 1 bulan setelah suntikan kedua, maksimalnya 3 bulan. karenanya, tetap terapkan 5 M, tetap jaga jarak dan jauhi kerumunan sampai suatu hari nanti dirumuskan proklamasi kemerdekaan dari Covid oleh presiden. Dari situlah kita bisa lega kembali menatap peradaban," pungkasnya.
(nag)
Lihat Juga :