Engku Putri Raja Hamidah, Permaisuri Sultan yang Berani Melawan Inggris dan Belanda
Senin, 15 Maret 2021 - 05:01 WIB
Ini berarti, tugasnya sangat penting karena ia merupakan pemegang Regalia Kerajaan, yakni alat kebesaran Kerajaan Riau, Lingga, Johor, Pahang. Engku Putri bisa memilih, mengangkat dan melegitimasi sultan yang baru. Ada 40 Regakia, namun yang ada hingga sekarang hanya 5 saja yakni Cigan, Keris Panjang, Sayap Sandaq, Tepak Sirih dan Ketor.
Yang paling diingat dari Engku Putri adalah ia sangat keras dalam mempertahankan regalia dan kedaulatan kerajaan. Apalagi pada saat itu, Inggris dan Belanda selalu merongrong kerajaannya dengan cara-cara dan tindakan politik yang kurang baik. Baca juga: Masyarakat Adat Sulsel Desak Perda Lembaga Adat Gowa Dicabut
Inggris dan Belanda ingin sekali regalia tersebut, hal ini agar bisa memudahkan mereka untuk melegitimasi sultan baru dan juga menjalankan skenario imperialisnya. Tetapi, dengan kalimat dan kata-kata yang diplomatis, Engku Putri berhasil melawan.
Sosok Engku Putri dikenal juga tegar, berhati kuat dan cerdas. Dia tidak suka dengan tindakan kesewenang-wenangan. Regalia kerajaan sakti dan sakral adalah hal yang penting, ini adalah simbol kekuasaan yang menjunjung tinggi adat dan tradisi Melayu. Baca juga: Bersembunyi dan Dilindungi 24 Jam, Politisi Anti-Islam Belanda Tak Menyesal
Yang paling diingat dari Engku Putri adalah ia sangat keras dalam mempertahankan regalia dan kedaulatan kerajaan. Apalagi pada saat itu, Inggris dan Belanda selalu merongrong kerajaannya dengan cara-cara dan tindakan politik yang kurang baik. Baca juga: Masyarakat Adat Sulsel Desak Perda Lembaga Adat Gowa Dicabut
Inggris dan Belanda ingin sekali regalia tersebut, hal ini agar bisa memudahkan mereka untuk melegitimasi sultan baru dan juga menjalankan skenario imperialisnya. Tetapi, dengan kalimat dan kata-kata yang diplomatis, Engku Putri berhasil melawan.
Sosok Engku Putri dikenal juga tegar, berhati kuat dan cerdas. Dia tidak suka dengan tindakan kesewenang-wenangan. Regalia kerajaan sakti dan sakral adalah hal yang penting, ini adalah simbol kekuasaan yang menjunjung tinggi adat dan tradisi Melayu. Baca juga: Bersembunyi dan Dilindungi 24 Jam, Politisi Anti-Islam Belanda Tak Menyesal
Lihat Juga :