Pembangunan PLTA Batang Toru Diapresiasi AM Hendropriyono
Senin, 08 Maret 2021 - 14:42 WIB
AM Hendropriyono menyatakan bahwa pihaknya merasa puas dengan pembangunan PLTA Batang Toru yang berjalan lancar walaupun sebelumnya banyak hambatan yang dari sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) di tingkat nasional dan NGO skala global.
"Ya akhirnya proyek ini bisa terus berlangsung karena sesungguhnya tidak ada yang dilanggar. PT N-SHE telah memenangkan gugatan mereka dan sudah inkracht van gewisjde," tegasnya.
Selaku pihak pemrakarsa pembangunan PLTA, AM Hendropriyono mengapresiasi kerja keras para pelaksana proyek dan dukungan yang diberikan Pemda Tapanuli Selatan dan otoritas keamanan setempat.
Sementara, Syahrul Pasaribu menambahkan, pembangunan PLTA diyakini malah membantu memelihara lingkungan. Terbukti Kabupaten Tapsel pada akhir masa jabatannya pada tahun 2020 menerima penghargaan Kalpataru.
"Kami menerima penghargaan itu dari Menteri Lingkungan Hidup disaksikan Bapak Presiden," kata Syahrul Pasaribu yang menjabat Bupati Tapsel selama dua periode, tahun 2010-2020.
Diketahui PLTA Batang Toru merupakan pembangkit hydro terbesar di Sumatera dengan kapasitas 4x127.5 MW. Nilai proyek USD1,668 miliar atau sekitar Rp20 triliun di mana ada share 25% dari PLN PJB.
"Ya akhirnya proyek ini bisa terus berlangsung karena sesungguhnya tidak ada yang dilanggar. PT N-SHE telah memenangkan gugatan mereka dan sudah inkracht van gewisjde," tegasnya.
Selaku pihak pemrakarsa pembangunan PLTA, AM Hendropriyono mengapresiasi kerja keras para pelaksana proyek dan dukungan yang diberikan Pemda Tapanuli Selatan dan otoritas keamanan setempat.
Sementara, Syahrul Pasaribu menambahkan, pembangunan PLTA diyakini malah membantu memelihara lingkungan. Terbukti Kabupaten Tapsel pada akhir masa jabatannya pada tahun 2020 menerima penghargaan Kalpataru.
"Kami menerima penghargaan itu dari Menteri Lingkungan Hidup disaksikan Bapak Presiden," kata Syahrul Pasaribu yang menjabat Bupati Tapsel selama dua periode, tahun 2010-2020.
Diketahui PLTA Batang Toru merupakan pembangkit hydro terbesar di Sumatera dengan kapasitas 4x127.5 MW. Nilai proyek USD1,668 miliar atau sekitar Rp20 triliun di mana ada share 25% dari PLN PJB.
Lihat Juga :