Diprotes Mantan Mensos, Suap Izin Pengurukan Situ di Tangsel Terbongkar
Kamis, 04 Maret 2021 - 17:14 WIB
Pengelola proyek yang diwakili Abdullah Serin bersikeras, bahwa pengerjaan di area itu bukanlah untuk menguruk, akan tetapi untuk memasang gorong-gorong dari beton. "Ini kan mau pasang gorong-gorong, jadi nggak masalah sebenernya. Yang nggak boleh itu kalau misalnya saya nguruk atau membangun," terang Abdullah Serin.
Abdulah serin yang turut didampingi kontraktornya, Rinto, memastikan bahwa mereka tengah memproses perizinan. Namun dia mengatakan, izin itu diduga dipersulit hingga tak kunjung selesai hingga saat ini.
"Perizinan lagi berjalan, nggak tahu kenapa bisa lama terbitnya. Kalau proyek ini memang lagi kita hentikan, sekarang tidak ada aktivitas, yang ada hanya perbaikan gorong-gorong saja, kan nggak mungkin gorong-gorong dari beton diangkat sama manusia, mesti pakai alat berat," sambungnya.
Abdullah Serin akhirnya mengakui, bahwa dia telah mentransfer uang sebesar Rp10 juta untuk memuluskan terbitnya izin. Hal itu dilakukan lantaran tak mau repot mengurus segala persyaratan yang harus dilalui.
"Ada tawaran biar cepet keluar izin minta Rp10 juta, saya coba dong. Saya transfer Rp10 juta ke rekening itu, yang transfer anak saya. Tapi setelah tahu begini, rame, ya mau gimana lagi. Saya nggak persoalin dah yang Rp10 juta itu, yang penting sekarang saya urus izinnya dulu, kita mau sama-sama enak sebenarnya," ungkap mantan Lurah itu.
Serin menjelaskan, nomor yang menghubunginya untuk meminta uang pelicin Rp10 juta itu menggunakan foto profile whatsapp Kabid Perundangan Satpol PP Sapta Mulyana. Namun belakangan dia mengetahui, jika nomor itu digunakan orang lain dan hanya mengatasnamakan Kabid Sapta Mulyana.
Abdulah serin yang turut didampingi kontraktornya, Rinto, memastikan bahwa mereka tengah memproses perizinan. Namun dia mengatakan, izin itu diduga dipersulit hingga tak kunjung selesai hingga saat ini.
"Perizinan lagi berjalan, nggak tahu kenapa bisa lama terbitnya. Kalau proyek ini memang lagi kita hentikan, sekarang tidak ada aktivitas, yang ada hanya perbaikan gorong-gorong saja, kan nggak mungkin gorong-gorong dari beton diangkat sama manusia, mesti pakai alat berat," sambungnya.
Abdullah Serin akhirnya mengakui, bahwa dia telah mentransfer uang sebesar Rp10 juta untuk memuluskan terbitnya izin. Hal itu dilakukan lantaran tak mau repot mengurus segala persyaratan yang harus dilalui.
"Ada tawaran biar cepet keluar izin minta Rp10 juta, saya coba dong. Saya transfer Rp10 juta ke rekening itu, yang transfer anak saya. Tapi setelah tahu begini, rame, ya mau gimana lagi. Saya nggak persoalin dah yang Rp10 juta itu, yang penting sekarang saya urus izinnya dulu, kita mau sama-sama enak sebenarnya," ungkap mantan Lurah itu.
Serin menjelaskan, nomor yang menghubunginya untuk meminta uang pelicin Rp10 juta itu menggunakan foto profile whatsapp Kabid Perundangan Satpol PP Sapta Mulyana. Namun belakangan dia mengetahui, jika nomor itu digunakan orang lain dan hanya mengatasnamakan Kabid Sapta Mulyana.
Lihat Juga :