Viral Petani di Malang Buang Sayuran, Ini Penjelasan API

Senin, 18 Mei 2020 - 20:44 WIB
Dia menjelaskan, busuknya sayuran itu karena jalur pendistribusian memakan waktu lebih lama dari biasanya. Hal ini disebabkan oleh adanya pemeriksaan kepada setiap kendaraan di pos perbatasan, termasuk kendaraan logistik. "Birokrasi di lapangan itu terlalu lama. Pemeriksaan setiap kendaraan makan waktu 3-5 jam di setiap pos," ungkap dia.

Dalam kondisi itu, kata Nuruddin, akan membuat kesegaran sayuran menurun. Pasalnya, jenis sayuran itu hanya tahan dalam dua hari saja. "Pengiriman sayuran ini ada yang jauh hingga ke Kalimantan. Jadi jika jalurnya terganggu otomatis membutuhkan waktu yang lama lagi, sehingga menyebabkan sayurannya tak lagi segar. Jika tidak segar maka tak ada masyarakat yang akan membelinya," kata dia.

Nuruddin menyarankan agar pemerintah dapat membeli sayuran dari petani, baik melalui skema dari kementerian atau pun BUMN. "Dengan membeli sayuran dari petani, pemerintah dapat untuk memenuhi kebutuhan pangan di tengah pandemi. Selain itu, meringankan beban para petani yang sudah merugi ini," pungkas dia.
(nth)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!