Tidak Terima Ditegur Parkir Angkot Depan Apotik, Seorang Dokter Dianiaya dengan Sajam
Minggu, 28 Februari 2021 - 06:15 WIB
Polisi melakukan olah TKP di Apotek Sehat Farma, Karombasan Utara, Kecamatan Wanea, Kota Manado. Foto/Subhan Sabu
MANADO - Hanya karena tidak terima ditegur karena parkir depan apotik , seorang sopir mikrolet jurusan Warembungan yang teridentifikasi bernama Doni (44) tega menganiaya dr. Ibrahim Tombeng, Sabtu (27/2/2021) sekitar pukul 21.30 WITA.
Korban merupakan penanggung jawab Apotik Sehat Farma, Kelurahan Karombasan Utara, lingkungan IV, Kecamatan Wanea, Kota Manado
Kapolsek Wanea AKP Bartholomeus Dambe mengatakan, dari keterangan saksi Joy Rumawas (24) yang merupakan karyawan di apotik tersebut, sekitar pukul 18.00 WITA korban sempat menegur pelaku karena telah memarkirkan mobil mikrolet di depan apotik dekat Trafic Light Karombasan.
"Sempat terjadi perdebatan dan kemudian pelaku pergi dengan menggunakan mikrolet dan kembali dengan menggunakan sepeda motor dan langsung menyerang korban dengan menggunakan sajam," kata AKP Bartholomeus Dambe.
Dari keterangan saksi lainnya yakni Billy Sepang (31) warga sekitar lokasi kejadian, dia melihat pelaku menikam korban. Saksi kemudian langsung mendorong etalase sampai roboh dan pelaku mundur sambil mengatakan, kita nda mo cari masalah dengan ngoni. (Saya tidak mau cari masalah degan kalian).
"Kemudian korban melompati etalase dan lari ke Rumah Sakit Bhayangkara," ujar AKP Bartholomeus Dambe.
Saksi lainnya atas nama Abraham Usman (37), juga membenarkan keterangan saksi lainnya. Menurutnya, dia bersama saksi lainnya melihat pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban.
Korban merupakan penanggung jawab Apotik Sehat Farma, Kelurahan Karombasan Utara, lingkungan IV, Kecamatan Wanea, Kota Manado
Kapolsek Wanea AKP Bartholomeus Dambe mengatakan, dari keterangan saksi Joy Rumawas (24) yang merupakan karyawan di apotik tersebut, sekitar pukul 18.00 WITA korban sempat menegur pelaku karena telah memarkirkan mobil mikrolet di depan apotik dekat Trafic Light Karombasan.
"Sempat terjadi perdebatan dan kemudian pelaku pergi dengan menggunakan mikrolet dan kembali dengan menggunakan sepeda motor dan langsung menyerang korban dengan menggunakan sajam," kata AKP Bartholomeus Dambe.
Dari keterangan saksi lainnya yakni Billy Sepang (31) warga sekitar lokasi kejadian, dia melihat pelaku menikam korban. Saksi kemudian langsung mendorong etalase sampai roboh dan pelaku mundur sambil mengatakan, kita nda mo cari masalah dengan ngoni. (Saya tidak mau cari masalah degan kalian).
"Kemudian korban melompati etalase dan lari ke Rumah Sakit Bhayangkara," ujar AKP Bartholomeus Dambe.
Saksi lainnya atas nama Abraham Usman (37), juga membenarkan keterangan saksi lainnya. Menurutnya, dia bersama saksi lainnya melihat pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban.