Amankan Jaringan Listrik, PLN Gerak Cepat Tanggulangi Dampak Bencana Ekstrem

Sabtu, 27 Februari 2021 - 20:26 WIB
PLN menyiapkan sarana, prasarana, dan SDM untuk penanganan gangguan listrik akibat bencana, berupa 72 posko bersiaga 24 jam dengan kekuatan 3.799 orang personel, 103 mesin genset, 20 UPS, 99 unit gardu bergerak, 12 unit kendaraan deteksi, 700 unit kendaraan operasional, dan 9 perahu karet. Fasilitas tersebut disebar di wilayah Jawa Barat yang terdampak banjir.

Respons cepat PLN tak lepas dari upaya memantau perkembangan dan situasi di lokasi terdampak maupun berpotensi terjadinya bencana alam. Sehingga, bila potensi bencana meningkat, PLN segera melakukan antisipasi agar jaringan listrik tetap aman bagi masyarakat. PLN juga terus berkoordinasi dengan aparatur kewilayahan dan pemerintah daerah agar bisa segera mengambil langkah konkret mengamankan jaringan listrik.

Kecepatan PLN menanggulangi gangguan listrik akibat cuaca ekstrem juga pernah dibuktikan pada Desember 2020 lalu. PLN hanya membutuhkan waktu tiga hari untuk memulihkan kondisi kelistrikan pascacuaca ekstrem yang terjadi pada 8 Desember 2020. Padahal, banjir dan puting beliung telah memporak-porandakan banyak kawasan.

"PLN berhasil memulihkan 100% kelistrikan di lima daerah terdampak bencana dalam waktu tiga hari, yaitu di Garut, Cianjur, Cimahi, Purwakarta, dan Tasikmalaya. Kami menurunkan 380 personel untuk percepatan penanganan jaringan listrik terdampak bencana," kata Agung.

Saat itu, sebanyak 7.155 gardu listrik padam. Namun, 4.748 gardu bisa dipulihkan secara cepat dan 2.436 gardu perlu penanganan lebih lanjut karena letaknya di daerah sulit dijangkau. Untuk melakukan pemulihan di pelosok, personel PLN mesti menerjang kawasan perbukitan, hutan, dan jalan terjal.

Sinergi Lintas Sektoral

Upaya pengendalian pasokan listrik pada cuaca ekstrem, juga dilakukan PLN dengan melibatkan unsur terkait. Di Jawa Barat, pemulihan jaringan listrik melibatkan unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kesatuan Pemangku Hutan (KPH), TNI (Kodim dan Koramil), serta Polri (Polres dan Polsek), dan aparat kewilayahan lainnya.

Kodam III Siliwangi misalnya, menerjunkan 40 personel di bawah kendali operasi Komandan Kodim Karawang, membantu mengamankan jaringan listrik. Kodam III mengarahkan 16 personel dari Arhanud III Bandung, 18 personel dari Yon Zipur III, dan lima personel dari Denzipur Karawang. Selain personel, Kodam III/Siliwangi juga mengerahkan perahu karet bermotor dan pompa air.

Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Nugroho Budi Wiryanto mengaku, mendukung sepenuhnya upaya PLN dalam mengamankan pasokan listrik di wilayah bencana, terutama di Kabupaten Karawang. Karena, ini salah satu upaya menjaga keselamatan masyarakat terdampak banjir.

“Kami siap membantu PLN dalam penanganan bencana ini, karena ini masalah kita bersama. Masyarakat setempat juga bisa terlibat, agar semakin cepat pemulihannya, dengan tetap mengutamakan keselamatan,” jelas Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto.

Apresiasi Personel Lapangan

Atas kinerja cepat personel di lapangan menangani dampak bencana, PLN pernah memberikan penghargaan kepada petugas yang berada di garis depan. Mereka dinilai berjasa dalam me-recovery jaringan listrik secara cepat. Pada penanganan bencana Desember 2020 lalu, PLN memberi penghargaan kepada Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Garut, UP3 Cianjur, UP3 Sukabumi, UP3 Cimahi, UP3 Purwakarta, dan UP3 Tasikmalaya. Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada sejumlah stakeholder seperti BPBD, Kesatuan Pemangku Hutan, TNI, Polri dan lainnya.

"Penghargaan ini bentuk apresiasi dan ucapan terima kasih PLN atas dedikasi yang ditunjukkan rekan-rekan di lapangan. Dalam waktu 48 jam, tim PLN dibantu stakeholder berhasil memulihkan sebanyak 7.155 tiang listrik yang sempat mengalami kerusakan," kata Direktur Bisnis Regional Jawa, Madura, dan Bali PT PLN (Persero) Haryanto WS.

Menurut dia, atas respons cepat personel di lapangan, masyarakat bisa kembali menikmati aliran listrik dengan baik. Terlebih, saat itu pelajar mengandalkan listrik untuk mengisi daya perangkat smartphone agar bisa mengikuti proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) serta work from home (WFH).

Haryanto menambahkan, dalam penanganan gangguan listrik, PLN selalu berkolaborasi dengan wilayah distribusi yang berdekatan. Di antaranya PLN Unit Induk Distribusi Banten dan PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat. Selain itu, PLN juga mendapatkan bantuan dari aparat desa, kecamatan, TNI, dan Polri.

“Bencana di Jawa Barat ini dapat dijadikan lesson learned bagi unit lain di seluruh wilayah Indonesia, yaitu dengan melakukan mitigasi pengamanan kelistrikan di daerah rawan bencana. Upaya cepat dalam recovery serta koordinasi dengan unit terdekat dan seluruh stakeholder yang ada, bisa menjadi contoh," imbuh Haryanto.

Listrik Sumber Kehidupan

Pelayanan yang dilakukan PLN dalam memulihkan dampak kerusakan listrik akibat cuaca ekstrem, adalah bentuk komitmen BUMN ini kepada pelanggan. PLN sadar, listrik adalah salah satu sumber energi vital untuk menunjang aktivitas masyarakat dan industri.

General Manager PLN UID Jabar Agung Nugraha mengatakan, hingga Januari 2021, PLN UID Jabar melayani 15,222 juta pelanggan. Tiga golongan pelanggan terbanyak berasal dari segmen rumah tangga yaitu 14,145 juta, pelanggan bisnis 638.219, dan sosial sebanyak 315.417 pelanggan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!