Sikapi Demo Nakes di Ogan Ilir, Pemerintah Harus Siapkan Insentif
Senin, 18 Mei 2020 - 16:20 WIB
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
OGAN ILIR - Sebanyak 150 tenaga kesehatan (nakes) yang bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung Senai Ogan Ilir melakukan aksi mogok pada Jumat (15/5/2020) lalu. Mereka mogok lantaran menilai pihak rumah sakit asal tunjuk nakes untuk menjemput pasien positif COVID-19 .
Menurut salah satu perawat yang enggan disebutkan namanya, yang melakukan aksi mogok tersebut, masih berstatus tenaga honorer yang hanya diupah sebesar Rp750 ribu per bulan. ( Baca:Bupati Ingatkan, Uang Bansos Bukan untuk Beli Pulsa dan Rokok )
Besaran gaji per bulan tersebut sendiri biasanya dibayarkan per dua bulan bahkan tiga bulan sekali. Tidak adanya nama dalam SK gugus tugas juga membuat para tenaga medis ini "enggan" lantaran ketidakjelasan insentif yang diterima.
"Pihak rumah sakit main asal tunjuk untuk menjemput pasien yang dinyatakan positif Corona. Padahal nama kami tidak masuk dalam SK gugus tugas. Bukan kami tidak mau, kami hanya menuntut kejelasan insentif dan rumah singgah," ucap narasumber.
Menurut salah satu perawat yang enggan disebutkan namanya, yang melakukan aksi mogok tersebut, masih berstatus tenaga honorer yang hanya diupah sebesar Rp750 ribu per bulan. ( Baca:Bupati Ingatkan, Uang Bansos Bukan untuk Beli Pulsa dan Rokok )
Besaran gaji per bulan tersebut sendiri biasanya dibayarkan per dua bulan bahkan tiga bulan sekali. Tidak adanya nama dalam SK gugus tugas juga membuat para tenaga medis ini "enggan" lantaran ketidakjelasan insentif yang diterima.
"Pihak rumah sakit main asal tunjuk untuk menjemput pasien yang dinyatakan positif Corona. Padahal nama kami tidak masuk dalam SK gugus tugas. Bukan kami tidak mau, kami hanya menuntut kejelasan insentif dan rumah singgah," ucap narasumber.
Lihat Juga :