Eks Mendagri Kritik Lembaga Adat Melayu, Sebut Tak Layak Urusi Minyak Bumi
Jum'at, 26 Februari 2021 - 04:10 WIB
Sesuai dengan namanya kata dia, LAM itu mengurusi adat bukan berbisnis. Selama ini LAM kan dibantu pemerintah, coba tunjukan apa saja yang sudah dilakukan untuk memajukan adat. Biarlah minyak itu diurusi oleh BUMD misal Riau Petroleum ada BSP (Bumi Siak Pusako).
“Jadi mengurus minyak itu teknis dan tujuan adalah bagaimana bisa menggenjot hasil minyak bumi. Kalau di LAM saya rasa tidak ada orang yang ahli di bidang perminyakan,” akunya.
Baca juga: Bongkar Kasus Predator Anak, Polda Kepri Dapat Apresiasi dari Pemprov
Datuk Panglima Harian LMB, Ismail Amir yang resmi dilantik menegaskan bahwa sejak peninggalan almarhum Tennas Effendy, LAM Riau kehilangan ruhnya. Dulu kata dia, lembaga tersebut disegani dan sangat hormat dengan LAM di jaman Pak Tenas.
"Kita rindu dengan tujuk ajar Melayu yang diajarkannya. Rindu dengan karyanya. Dia seorang tokoh, budayawan, sastrawan. Kita merindukan sosok seperti Beliau. Jadi saya rasa kalau LAM sekarang sibuk ngurus minyak sudah salah kaprah. Kembalilah ke fungsinya sebagai lembaga adat,” katanya.
“Jadi mengurus minyak itu teknis dan tujuan adalah bagaimana bisa menggenjot hasil minyak bumi. Kalau di LAM saya rasa tidak ada orang yang ahli di bidang perminyakan,” akunya.
Baca juga: Bongkar Kasus Predator Anak, Polda Kepri Dapat Apresiasi dari Pemprov
Datuk Panglima Harian LMB, Ismail Amir yang resmi dilantik menegaskan bahwa sejak peninggalan almarhum Tennas Effendy, LAM Riau kehilangan ruhnya. Dulu kata dia, lembaga tersebut disegani dan sangat hormat dengan LAM di jaman Pak Tenas.
"Kita rindu dengan tujuk ajar Melayu yang diajarkannya. Rindu dengan karyanya. Dia seorang tokoh, budayawan, sastrawan. Kita merindukan sosok seperti Beliau. Jadi saya rasa kalau LAM sekarang sibuk ngurus minyak sudah salah kaprah. Kembalilah ke fungsinya sebagai lembaga adat,” katanya.
(nic)
Lihat Juga :