Jelang Lebaran, Bekasi Garuk Ratusan Gepeng di 12 Kecamatan

Senin, 18 Mei 2020 - 13:52 WIB
Bahkan, kata dia, bila tidak diberi uang, beberapa di antaranya ada yang memaksa agar dikasih uang sehingga timbul keresahan bagi masyarakat. Kemudian, keberadaan mereka mengganggu estetika kota karena memberikan kesan kumuh di Kota Bekasi. (Baca juga: Update Corona 17 Mei: Pasien Positif Bertambah 489 Jadi 17.514 Orang, 4.129 Sembuh, 1.148 Meninggal )

Kepala Dinas Sosial Kota Bekasi, Ahmad Yani menambahkan, para gepeng dan manusia gerobak memilih Kota Bekasi karena berbatasan langsung dengan Ibu Kota DKI Jakarta. Perekonomian di Kota Bekasi, juga mulai hidup yang diperkuat dengan banyaknya perumahan cluster dan pusat perbelanjaan.

"Karena perekonomian masyarakat di sini mulai membaik, mereka memanfaatkan peluang itu dengan mencari belas kasihan warga," katanya. Berdasarkan pendataannya, anak jalanan biasanya mengais rejeki di ruas protokol seperti Jalan Ahmad Yani, Jalan Ir. Djuanda, Jalan Sudirman.

Kemudian Jalan Mayor Hasibuan, Jalan Cut Meutia dan Jalan Chairil Anwar. Guna mengantisipasi hal serupa, pihaknya terus melakukan razia dan patroli disejumlah ruas jalan di Kota Bekasi. "Kita langsung amankan dan membawa mereka kerumah singgah maupun ke Depsos di Bekasi Timur," tegasnya.
(mhd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!