Mengerikan, Lingkungan dan Biota Laut di Selat Madura Terpapar Mikroplastik

Selasa, 23 Februari 2021 - 00:24 WIB
Baca juga: Pengungsi Korban Banjir Karawang Terlantar, Bayi dan Lansia Tidur di Emperan Toko

Untuk itu, mahasiswa semester delapan jurusan keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan UM Surabaya ini mendorong Gubernur Jatim segera membuat Perda Larangan Plastik Sekali Pakai. Ia juga mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan habis pakai dan plastik seperti popok sekali pakai, kantong plastik, Styrofoam, sedotan, botol plastik, dan kemasan sachet.

Randu menjelaskan, masih banyak ditemukannya sampah tidak bermerk yang didominasi kantong plastik dan sedotan, membuktikan bahwa saat ini masyarakat masih bergantung pada pengggunaan kemasan kantong plastik dan sedotan.

Kemasan kantong plastik itu diduga merupakan bagian banyak dari sampah rumah tangga. "Kesimpulan dari hasil brand audit ini menunjukkan bahwa sampah kebutuhan aktifitas rumah tangga masih mendominasi," tegasnya. Baca juga: Medan Gempar, Wanita Muda Berkulit Mulus Mengenakan Pakaian Loreng Macan Tewas Misterius

Menurutnya, fenomena orang menggunakan plastik jika dilihat dari kacamata sosiologi merupakan sebuah fenomena di mana orang ingin cepat dan praktis. Namun, dampak dari sampah plastik ini lebih banyak dari pada manfaatnya, maka sampah plastik ini akan terus menjadi permasalahan yang serius. "Kami khawatir terkait dampak mikroplastik pada lingkungan dan biota laut di Selat Madura," ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!