Khofifah Ajak Syukuri Keragaman Bahasa dan Logat di Jawa Timur
Senin, 22 Februari 2021 - 02:45 WIB
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.Foto/dok
SURABAYA - Hari Bahasa Ibu Internasional diperingati setiap 21 Februari. Momentum tersebut untuk menumbuhkan rasa penghargaan terhadap budaya dan bahasa yang beraneka ragam.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan keragaman budaya dan bahasa merupakan salah satu nilai lebih yang dimiliki bangsa Indonesia. Setiap suku memiliki ciri dan bahasa yang khas untuk kelompoknya. Di Jawa Timur pun beragam. "Ini satu keragaman yang patut kita jaga, kita lestarikan dan kita kembangkan," ucapnya.
Baca juga: Gubernur Khofifah Minta Masyarakat Tak Lengah dan Disiplin Prokes
Masyarakat Jawa Timur di wilayah timur dikenal khas dengan bahasa Osing. Ada juga yang menggunakan bahasa Madura. Tapi, logat bahasa tersebut sedikit berbeda dengan masyarakat yang tinggal di Kepulauan Madura. Masih ada lagi, masyarakat Jawa Timur di wilayah barat, logat bahasa hampir sama dengan Jawa Tengah. "Ini masih satu provinsi, belum pada provinsi lainnya, sungguh ini kekayaan yang luar biasa," katanya.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan keragaman budaya dan bahasa merupakan salah satu nilai lebih yang dimiliki bangsa Indonesia. Setiap suku memiliki ciri dan bahasa yang khas untuk kelompoknya. Di Jawa Timur pun beragam. "Ini satu keragaman yang patut kita jaga, kita lestarikan dan kita kembangkan," ucapnya.
Baca juga: Gubernur Khofifah Minta Masyarakat Tak Lengah dan Disiplin Prokes
Masyarakat Jawa Timur di wilayah timur dikenal khas dengan bahasa Osing. Ada juga yang menggunakan bahasa Madura. Tapi, logat bahasa tersebut sedikit berbeda dengan masyarakat yang tinggal di Kepulauan Madura. Masih ada lagi, masyarakat Jawa Timur di wilayah barat, logat bahasa hampir sama dengan Jawa Tengah. "Ini masih satu provinsi, belum pada provinsi lainnya, sungguh ini kekayaan yang luar biasa," katanya.
Lihat Juga :