Jalan Provinsi Sepanjang 7 Km Rusak, Pemda KBB Tak Bisa Berbuat Banyak
Sabtu, 20 Februari 2021 - 21:04 WIB
Jalan milik provinsi penghubung Kecamatan Cikalongwetan dan Cipeundeuy, di KBB, yang kondisinya rusak akibat banyak dilalui oleh truk-truk proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung. Foto/Istimewa
BANDUNG BARAT - Jalan penghubung dua kecamatan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) kondisinya rusak. Pemda KBB tidak bisa berbuat banyak karena jalan yang menghubungkan Kecamatan Cikalongwetan dan Cipeundeuy tersebut statusnya jalan provinsi.
Kepala Desa Cikalong, Agun Gumilar membenarkan jika jalan penghubung dua kecamatan sepanjang 7 km yang rusak itu statusnya jalan provinsi. Kerusakan salah satunya karena jalan itu digunakan sebagai lintasan truk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KJCB).
"Adanya truk proyek kereta cepat yang lewat jalan ini membuat kerusakan semakin parah. Total panjang jalannya 7 km, menghubungkan Kecamatan Cikalongwetan dan Cipeundeuy," sebutnya, Sabtu (20/2/2021). Baca juga: Empat Penyintas Karyawan Puskesmas Cibodas Tunggu Waktu Vaksinasi
Dijelaskannya, kerusakan yang terjadi bervariasi. Mulai dari rusak ringan, sedang, hingga berat, dimana aspalnya mengelupas dan terbentuk lubang besar. Kondisi itu membuat banyak pengendara yang tidak tahu medan 'tertipu' khususnya di musim penghujan.
Kepala Desa Cikalong, Agun Gumilar membenarkan jika jalan penghubung dua kecamatan sepanjang 7 km yang rusak itu statusnya jalan provinsi. Kerusakan salah satunya karena jalan itu digunakan sebagai lintasan truk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KJCB).
"Adanya truk proyek kereta cepat yang lewat jalan ini membuat kerusakan semakin parah. Total panjang jalannya 7 km, menghubungkan Kecamatan Cikalongwetan dan Cipeundeuy," sebutnya, Sabtu (20/2/2021). Baca juga: Empat Penyintas Karyawan Puskesmas Cibodas Tunggu Waktu Vaksinasi
Dijelaskannya, kerusakan yang terjadi bervariasi. Mulai dari rusak ringan, sedang, hingga berat, dimana aspalnya mengelupas dan terbentuk lubang besar. Kondisi itu membuat banyak pengendara yang tidak tahu medan 'tertipu' khususnya di musim penghujan.
Lihat Juga :