Tangani Banjir, Pakar Lingkungan Sebut Normalisasi Sungai dan Pengurugan Masih Penting
Jum'at, 19 Februari 2021 - 06:01 WIB
Selain itu, perlunya perbaikan dalam saluran drainase. Meski saluran drainase sudah cukup besar, akan tetapi gradiennya (kemiringan saluran) terlalu kecil (<4%), sehingga air lambat. Namun demikian walaupun gradien saluran drainase diperbesar hingga 6%, juga tetap menjadi kendala karena subsiden (bentang alamnya rendah) dan menyebabkan air tanahnya sangat dangkal. Baca juga: Heboh! Banjir Air Berwarna Putih Susu Kepung Pemukiman Warga Sunter Jaya
"Lalu hal yang tidak mungkin dilakukan jika Jakarta yang memiliki elevasi (permukaan) tanah kurang dari 2-3 meter harus diurug, agar posisi bentang alam Jakarta akan bebas banjir, yaitu di atas 3 meter pada posisi paling rendah," tambahnya.
Maka dari itu, lanjut Tarsoen, dengan normalisasi, memperbaiki saluran drainase, dan mengurangi IPR dengan merubah permukiman kumuh menjadi permukiman sehat dan teratur salah satunya (rumah susun).
"Ditambah dengan melakukan urugan daerah rendah atau dirubah menjadi tandon air, maka akan mengurangi fenomena banjir di Jakarta dan berarti masyarakat tidak menderita akibat banjir," pungkasnya.
"Lalu hal yang tidak mungkin dilakukan jika Jakarta yang memiliki elevasi (permukaan) tanah kurang dari 2-3 meter harus diurug, agar posisi bentang alam Jakarta akan bebas banjir, yaitu di atas 3 meter pada posisi paling rendah," tambahnya.
Maka dari itu, lanjut Tarsoen, dengan normalisasi, memperbaiki saluran drainase, dan mengurangi IPR dengan merubah permukiman kumuh menjadi permukiman sehat dan teratur salah satunya (rumah susun).
"Ditambah dengan melakukan urugan daerah rendah atau dirubah menjadi tandon air, maka akan mengurangi fenomena banjir di Jakarta dan berarti masyarakat tidak menderita akibat banjir," pungkasnya.
(mhd)
Lihat Juga :