Diserbu Anak Muda Jabar, Program Petani Milenial Berikan Seabrek Fasilitas Bantuan

Jum'at, 12 Februari 2021 - 13:05 WIB
Benny menambahkan, fasilitas bantuan lainnya, yakni pemanfaatan teknologi 4.0 dalam program Petani Milenial Juara. Dia menyebut bahwa implementasi teknologi menjadi dasar pembinaan petani milenial. Dengan pemanfaatan teknologi, produktivitas petani milenial diharapkan dapat meningkat.

"Kami akan memanfaatkan teknologi digital science base agriculture, seperti drips irigation, e-fishery, dan fish finder. Selain itu, ada TALESA atau online digital desa," paparnya.

Lebih lanjut Benny memaparkan, melalui program yang digagas Gubernur Jabar, Ridwan Kamil itu, Pemprov Jabar berupaya mengubah sektor pertanian. Pasalnya, sektor pertanian saat ini belum menjadi magnet pekerjaan bagi generasi milenial di Jabar.

"Hal tersebut berdampak pada rendahnya produktivitas pangan di Jabar. Hampir 75 persen petani di Jabar sudah berusia 45 tahun," ungkap Benny.

Berdasarkan hasil survei pertanian antar sensus (sutas) 2018 yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah petani di Jabar saat ini mencapai 3.250.825 orang.

"Dari jumlah tersebut, petani yang berusia 25-44 tahun hanya 945.574 orang atau 29 persen. Kondisi tersebut tentu memberikan efek domino bagi sektor pertanian di Jabar," katanya.

Benny berharap, program Petani Milenial Juara dapat menarik minat generasi milenial untuk membawa perubahan pada sektor pertanian masa depan. Selain untuk menarik minat generasi milenial, program Petani Milenial Juara juga bertujuan untuk menumbuhkembangkan kewirausahaan muda pertanian di Jabar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!