Tingkat Keterisian Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet Alami Penurunan 58%
Selasa, 02 Februari 2021 - 15:46 WIB
Tingkat keterisian pasien Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 Wisma Atlet mengalami penurunan sekitar 58,4%.Foto/SINDOnews/Ilustrasi.dok
JAKARTA - Tingkat keterisian pasien Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet mengalami penurunan sekitar 58,4%. Sebagian besar pasien sudah dinyatakan sembuh.
"Dalam sepekan ini terjadi penurunan sebesar 20%. Kalau dilihat minggu lalu, tingkat keterisian sempat 82-85%, kemudian turun 77% dan hari ini berdasarkan laporan pagi tadi adalah 58,4% dari hunian yang tersiapkan," ungkap Koordinator Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Mayjen TNI Tugas Ratmono dalam Talkshow Update RS Darurat Wisma Atlet: Perlindungan Tenaga Kesehatan yang digelar secara daring, Selasa (2/2/2021).
Dia menjelaskan, sebagian besar pasien di RSDC yang sudah tidak dirawat telah dipulangkan ke kediamannya masing-masing. Sebab, sudah sesuai dengan kriteria bagi yang sudah menjalani perawatan selama 15 hari.
"Untuk yang bergejala dirawat setelah tidak ada gejala, minimal tiga hari tidak ada gejala, kemudian bisa pulang begitu. Jadi rata-rata sih yang dirawat disana yang gejala ringan 15 hari lah disana sudah boleh pulang," paparnya. Baca: Wagub DKI Harapkan Penyintas Covid-19 Donorkan Plasma Konvalesen
"Dalam sepekan ini terjadi penurunan sebesar 20%. Kalau dilihat minggu lalu, tingkat keterisian sempat 82-85%, kemudian turun 77% dan hari ini berdasarkan laporan pagi tadi adalah 58,4% dari hunian yang tersiapkan," ungkap Koordinator Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Mayjen TNI Tugas Ratmono dalam Talkshow Update RS Darurat Wisma Atlet: Perlindungan Tenaga Kesehatan yang digelar secara daring, Selasa (2/2/2021).
Dia menjelaskan, sebagian besar pasien di RSDC yang sudah tidak dirawat telah dipulangkan ke kediamannya masing-masing. Sebab, sudah sesuai dengan kriteria bagi yang sudah menjalani perawatan selama 15 hari.
"Untuk yang bergejala dirawat setelah tidak ada gejala, minimal tiga hari tidak ada gejala, kemudian bisa pulang begitu. Jadi rata-rata sih yang dirawat disana yang gejala ringan 15 hari lah disana sudah boleh pulang," paparnya. Baca: Wagub DKI Harapkan Penyintas Covid-19 Donorkan Plasma Konvalesen
Lihat Juga :