Dituduh Mata-Mata, 1 Warga Sipil di Intan Jaya Papua Tewas Ditembak KKB
Minggu, 31 Januari 2021 - 21:12 WIB
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal menjelaskan, pada pukul 17.10 WIT di Polsek Sugapa dilakukan pertemuan dengan keluarga korban penembakan.
Selajutnya pada pukul 17.10 WIT datang Pastor Yustinus Rahangiyar membawa sebuah surat dari KKB pimpinan Undius Kogoya yang ditujukan kepada aparat Keamanan TNI/Polri di Kabupaten Intan Jaya, bahwa telah terjadi penembakan terhadap masyarakat bermarga Bagau.
"Kemudian pada hari ini, Minggu 31 Januari 2021 pukul 11.58 WIT bertempat di Ruangan Pastoran Kampung Bilogai Distrik Sugapa telah dilaksanakan pertemuan antara TNI/Polri, para tokoh dan keluarga korban terkait penembakan yang dilakukan KKB terhadap Boni Bagau," kata Kabid Humas dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Minggu (31/1/2021).
Dari hasil pertemuan tersebut, orang tua korban yang bernama Gad Bagau meminta agar korban dikuburkan di Kampung Agapa. "Hal itu mengingat situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan apabila korban diambil atau dibawa ke Distrik Sugapa maupun Distrik Homeyo," ujarnya.
Kabid Humas menambahkan, dari isi surat tersebut, korban Boni Bagau ditembak oleh KKB pimpinan Undinus Kogoya karena dicurigai sebagai mata-mata aparat keamanan TNI/Polri. "Saat ini aparat keamanan TNI-Polri masih melakukan penyelidikan terkait dengan laporan penembakan tersebut," ujarnya.
Selajutnya pada pukul 17.10 WIT datang Pastor Yustinus Rahangiyar membawa sebuah surat dari KKB pimpinan Undius Kogoya yang ditujukan kepada aparat Keamanan TNI/Polri di Kabupaten Intan Jaya, bahwa telah terjadi penembakan terhadap masyarakat bermarga Bagau.
"Kemudian pada hari ini, Minggu 31 Januari 2021 pukul 11.58 WIT bertempat di Ruangan Pastoran Kampung Bilogai Distrik Sugapa telah dilaksanakan pertemuan antara TNI/Polri, para tokoh dan keluarga korban terkait penembakan yang dilakukan KKB terhadap Boni Bagau," kata Kabid Humas dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Minggu (31/1/2021).
Dari hasil pertemuan tersebut, orang tua korban yang bernama Gad Bagau meminta agar korban dikuburkan di Kampung Agapa. "Hal itu mengingat situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan apabila korban diambil atau dibawa ke Distrik Sugapa maupun Distrik Homeyo," ujarnya.
Kabid Humas menambahkan, dari isi surat tersebut, korban Boni Bagau ditembak oleh KKB pimpinan Undinus Kogoya karena dicurigai sebagai mata-mata aparat keamanan TNI/Polri. "Saat ini aparat keamanan TNI-Polri masih melakukan penyelidikan terkait dengan laporan penembakan tersebut," ujarnya.
(shf)
Lihat Juga :