Kisah Kesaktian Syeikh Haji Mu'min saat Terdampar dan Membantu Raja Badung Bali

Minggu, 31 Januari 2021 - 05:00 WIB
Baca juga: Kisah Gunung Merapi dan Nyi Gadung Melati, Janda Cantik Penjaga Gerbang Merapi

Kampung Bugis dihuni sekitar 100 kepala keluarga dengan jumlah warga 285 orang. Mereka hidup secara berdampingan dan penuh toleransi dengan penduduk asli Bali yang mayoritas Hindu. Kebanyakan mata pencarian warga kampung adalah nelayan, karena letaknya yang dekat dengan pesisir pantai.

Berbagai penelitian menyebutkan Kampung Bugis ada sejak abad ke-17 Masehi. Mereka adalah orang-orang yang berasal dari Gowa, Sulawesi, yang memilih meninggalkan daerahnya setelah Belanda menguasai Kerajaan Gowa.

Pilihan itu diambil karena banyaknya aturan yang dikeluarkan pemerintah Belanda, salah satunya adalah perjanjian Bongaya. Aturan itulah yang membuat banyak orang pribumi pergi meninggalkan daerahnya.

Salah satunya rombongan yang dipimpin Syeikh Haji Mu’min bin Hasanuddin. Dia dan 40 orang pengikutnya memilih berlayar menggunakan kapal. Dalam pelayaran, mereka akhirnya terdampar di Pulau Serangan.



Jejak sejarah yang masih tersimpan di Kampung Bugis adalah Alquran tua yang dibuat pada abad ke-17. Foto/Ist

Kabar datangnya rombongan Haji Mu’min tersebar hingga ke telinga Raja Badung, Ida Cokorda Pemecutan III. Pulau Serangan merupakan salah satu daerah kekuasaannya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!