Alumni Unpad di Jakarta Galang Bantuan untuk Korban Longsor Cimanggung-Sumedang
Minggu, 24 Januari 2021 - 08:22 WIB
Dr. Ir. Dicky Muslim Msc. (Kang Dicky) dari PRK UNPAD bidang Koordinator Bencana juga memberikan gambaran mengenai kondisi bencana, penyebab dan potensi longsor susulan yang disampaikan secara komprehensif. Warga berharap agar kajian mengenai kebencanaan dari PRK UNPAD dapat menjadi acuan instansi terkait untuk menangani bencana di Cimanggu.
“Di desa ini ada 40 KK yang terdiri dari 131 jiwa yang terkena dampak longsor dan banjir. Akibat longsor, air mengaliri cukup deras menggenangi rumah warga hampir setinggi dada manusia, menyebabkan semua mengungsi ke posko di Yayasan Fathimah Az-Zahra,” kata Taufik menceritakan kejadian saat itu.
Longsor dan banjir juga menyebabkan kerusakan pada semua isi rumah warga. Terlihat sebagaian warga masih membersihkan puing-puing bekas banjir dan longsor. Baca juga: Longsor Sumedang, Puluhan Warga Masih Mengungsi di 5 Titik
Menurut Dicky, hal yang mesti diwaspadai adalah longsor lanjutan, mengingat secara struktur tanah ada potensi akibat dari pembangunan perumahan yang tidak memperhatikan jalur irigasi air. “Jadi mitigasi yang harus dilakukan adalah memperbaiki saluran air terlebih dahulu untuk mencegah longsor lanjutan," ujar Dicky.
Dicky menilai, yang juga perlu diantisipasi di lokasi yang berpotensi longsor ada bangunan Sutet yang melintas antar desa. "Perbaikan saluran air mesti segera dilakukan untuk menghindari terjadi longsor lanjutan, khususnya terkait dengan Bangunan Sutet," pungkas Dicky.
“Di desa ini ada 40 KK yang terdiri dari 131 jiwa yang terkena dampak longsor dan banjir. Akibat longsor, air mengaliri cukup deras menggenangi rumah warga hampir setinggi dada manusia, menyebabkan semua mengungsi ke posko di Yayasan Fathimah Az-Zahra,” kata Taufik menceritakan kejadian saat itu.
Longsor dan banjir juga menyebabkan kerusakan pada semua isi rumah warga. Terlihat sebagaian warga masih membersihkan puing-puing bekas banjir dan longsor. Baca juga: Longsor Sumedang, Puluhan Warga Masih Mengungsi di 5 Titik
Menurut Dicky, hal yang mesti diwaspadai adalah longsor lanjutan, mengingat secara struktur tanah ada potensi akibat dari pembangunan perumahan yang tidak memperhatikan jalur irigasi air. “Jadi mitigasi yang harus dilakukan adalah memperbaiki saluran air terlebih dahulu untuk mencegah longsor lanjutan," ujar Dicky.
Dicky menilai, yang juga perlu diantisipasi di lokasi yang berpotensi longsor ada bangunan Sutet yang melintas antar desa. "Perbaikan saluran air mesti segera dilakukan untuk menghindari terjadi longsor lanjutan, khususnya terkait dengan Bangunan Sutet," pungkas Dicky.
Lihat Juga :