Kota Bandung Kembangkan Sistem Pengolahan Sampah Berbasis Teknologi Informasi
Jum'at, 22 Januari 2021 - 09:29 WIB
Mitra Greeny menjemput sampah di rumah warga di Kelurahan Sadang Serang, Kota Bandung. Foto/Istimewa
BANDUNG - Kota Bandung hingga kini masih menyimpan permasalahan yang cukup pelik, yakni masih besarnya volume sampah yang belum mampu dikelola hingga mencemari lingkungan.
Berdasarkan data Perusahaan Daerah (PD) Kebersihan Kota Bandung, setiap warga Kota Bandung menghasilkan sampah 0,6 kg. Dengan kata lain, total volume sampah yang dihasilkan mencapai 1.600 ton per hari. Ironisnya, hanya 1.200 ton sampah per hari yang mampu dikelola.
Dari jumlah tersebut, 30 persen di antaranya merupakan jenis sampah non-organik dan 10 persen lainnya sampah plastik. Berbagai program pun telah ditempuh oleh Pemerintah Kota Bandung guna memperbaiki pengelolaan sampah dan kepedulian lingkungan di tingkat warga, seperti hadirnya program Buruan SAE dan Kang Pisman.
Baca juga: Bencana Alam, BPBD Kota Cimahi Sebut Banjir dan Puting Beliung Mendominasi
Melihat kondisi tersebut, Kota Bandung dinilai membutuhkan pengolahan sampah yang lebih efektif dan efisien melalui penerapan sistem berbasis teknologi informasi dan komunikasi.
Lewat sistem tersebut, salah satu perusahaan startup asal Bandung menghadirkan aplikasi bernama Greeny
Berdasarkan data Perusahaan Daerah (PD) Kebersihan Kota Bandung, setiap warga Kota Bandung menghasilkan sampah 0,6 kg. Dengan kata lain, total volume sampah yang dihasilkan mencapai 1.600 ton per hari. Ironisnya, hanya 1.200 ton sampah per hari yang mampu dikelola.
Dari jumlah tersebut, 30 persen di antaranya merupakan jenis sampah non-organik dan 10 persen lainnya sampah plastik. Berbagai program pun telah ditempuh oleh Pemerintah Kota Bandung guna memperbaiki pengelolaan sampah dan kepedulian lingkungan di tingkat warga, seperti hadirnya program Buruan SAE dan Kang Pisman.
Baca juga: Bencana Alam, BPBD Kota Cimahi Sebut Banjir dan Puting Beliung Mendominasi
Melihat kondisi tersebut, Kota Bandung dinilai membutuhkan pengolahan sampah yang lebih efektif dan efisien melalui penerapan sistem berbasis teknologi informasi dan komunikasi.
Lewat sistem tersebut, salah satu perusahaan startup asal Bandung menghadirkan aplikasi bernama Greeny
Lihat Juga :