Bakal Dibuat Versi Sipil, Maung Pindad Dijual Rp600 Jutaan
Jum'at, 22 Januari 2021 - 03:11 WIB
BUMN produsen alat utama sistem persenjataan (alutsista) PT Pindad memastikan tahun ini bakal menjual kendaraan taktis ringan Maung 4X4 versi sipil. Kendaraan ini bakal dijual dengan harga Rp600 jutaan per unit. SINDOnews/Arif
BANDUNG - BUMN produsen alat utama sistem persenjataan (alutsista) PT Pindad memastikan tahun ini bakal menjual kendaraan taktis ringan Maung 4X4 versi sipil. Kendaraan ini bakal dijual dengan harga Rp600 jutaan per unit.
Direktur Utama PT Pindad (Persero), Abraham Mose mengatakan, Pindad berkomitmen masuk ke pasar komersial untuk kendaraan Maung versi sipi l. Kendaraan ini diperkirakan akan dirilis pada pertengahan tahun 2021.
"Progress saat ini sedang memasuki tahapan persiapan komersialisasi dengan mengundang berbagai mitra termasuk ahli otomotif dan kolektor untuk berdiskusi lebih lanjut. Tahapan perizinan untuk kendaraan versi sipil juga sedang dijajaki karena tentunya terdapat perbedaan dengan izin produksi kendaraan militer yang sudah didapatkan sebelumnya," beber dia dalam siaran persnya, Kamis (21/1/2021).
Menurut dia, tahapan produksi Maung versi sipil juga akan melibatkan ekosistem industri otomotif di dalam negeri. Spesifikasi Maung versi sipil tentunya akan berbeda dengan versi militer karena terdapat kelengkapan versi militer yang tidak akan digunakan dalam versi sipil.
Diantaranya bracket senjata, roll bar dan beberapa penyesuaian lainnya. "Saat ini Pindad juga sedang melakukan tahap pengujian terhadap 10 pabrikan untuk dipilih mesin mana yang akan digunakan," jelas dia.Baca: Mayat Wanita Setengah Telanjang Kembali Gegerkan Karawang.
Direktur Utama PT Pindad (Persero), Abraham Mose mengatakan, Pindad berkomitmen masuk ke pasar komersial untuk kendaraan Maung versi sipi l. Kendaraan ini diperkirakan akan dirilis pada pertengahan tahun 2021.
"Progress saat ini sedang memasuki tahapan persiapan komersialisasi dengan mengundang berbagai mitra termasuk ahli otomotif dan kolektor untuk berdiskusi lebih lanjut. Tahapan perizinan untuk kendaraan versi sipil juga sedang dijajaki karena tentunya terdapat perbedaan dengan izin produksi kendaraan militer yang sudah didapatkan sebelumnya," beber dia dalam siaran persnya, Kamis (21/1/2021).
Menurut dia, tahapan produksi Maung versi sipil juga akan melibatkan ekosistem industri otomotif di dalam negeri. Spesifikasi Maung versi sipil tentunya akan berbeda dengan versi militer karena terdapat kelengkapan versi militer yang tidak akan digunakan dalam versi sipil.
Diantaranya bracket senjata, roll bar dan beberapa penyesuaian lainnya. "Saat ini Pindad juga sedang melakukan tahap pengujian terhadap 10 pabrikan untuk dipilih mesin mana yang akan digunakan," jelas dia.Baca: Mayat Wanita Setengah Telanjang Kembali Gegerkan Karawang.
Lihat Juga :