Nyawa Ibu Direnggut Covid, Aisyah Hidup Sebatang Kara setelah Ditinggal Keluarga Besar karena Mualaf

Senin, 18 Januari 2021 - 21:02 WIB
Baca juga: Dilengkapi Fasilitas Keren, Pasien Covid-19 di Tangsel Akan Dirawat di Tenda Glamping

Tetapi hingga sore hari, Rina tidak kunjung bangun. Melihat ibunya tidur begitu lama, Aisyah lalu mencoba membangunkan. Tubuh Rina pun digoncang sekuat tenaga. Ternyata badannya sudah kaku. Aisyah pun menangis sejadi-jadinya.

"Sabtu 16 Januari 2021, hingga sore dibangunin anaknya enggak bangun. Kemudian anaknya menangis. Lalu disamperin sama Ibu RT, katanya mamah enggak bangun-bangun. Kita kan tahu, dia habis ngecek dan hasilnya positif," jelasnya.

Warga pun berkerumun. Mereka ingin masuk ke dalam rumah dan menolong. Tetapi dilarang oleh Baset, apalagi Rina meninggal karena Covid-19. Akhirnya, warga pun memanggil gugus tugas, puskesmas dan pihak kepolisian.

Baca juga: 5,4% Warga Tangsel Meninggal Terserang Covid-19, Airin: Ini Real Data Bukan untuk Menakuti

Situasi ini berlangsung hingga malam hari. Aisyah yang lemah, langsung ditampung seorang warga, dipisahkan dari jasad ibunya. Besoknya, Minggu 17 Januari 2021, jenazah Rina dimakamkan di TPU Jombang, Ciputat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!