Arab Saudi Kembali Dibuka, Travel Umrah Ini Berangkatkan 284 Jamaah Langsung Madinah
Senin, 18 Januari 2021 - 16:51 WIB
ilustrasi
SURABAYA - Bisnis perjalanan umrah kembali menggeliat di tengah pandemi COVID-19. Ini setelah Pemerintah Arab Saudi mulai membuka bandar udara (bandara) Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMMA) di Madinah, Minggu (17/1/2021).
Sebanyak 284 jamaah umrah dari Samira Travel berangkat perdana pada Minggu (17/1/2021) dari Bandara Internasional Juanda T2. Rombongan langsung menuju Madinah menggunakan pesawat JT3100 Lion Air Premium. Ratusan jamaah itu ada yang dari Surabaya, Semarang, Solo, Jakarta, dan Kalimantan Timur (Kaltim).
"Kami berharap keberangkatan ini menjadi angin segar bagi semua jamaah yang tertunda serta untuk travel perjalanan umrah. Semoga di bulan Februari, prosedur makin dimudahkan dan dibuka bagi jamaah di atas 50 tahun, juga bisa memberangkatkan jamaah 10 Hari sekali," kata Direktur Utama Samira Travel, Fauzi Wahyu Muntoro, Senin (18/1/2021).
Baca juga: Kalah Gugatan, PT Antam Diminta Bayar 1,1 Ton Emas Kepada Pengusaha Surabaya
Dari jamaah umrah yang berangkat itu, ada rombongan dari Batulicin, Kalimantan Selatan, yang saat ini daerahnya sedang dilanda banjir. Juga tiga orang jamaah dari Mamuju, yang tempat tinggalnya baru dilanda gempa bumi. Perjalanan umrah ini memakan waktu 11 jam.
Pemberangkatan jamaah ini dilakukan dengan prosedur protokol kesehatan yang ketat. Jamaah wajib dikarantina selama satu hari sebelum keberangkatan dan diswab. "Jika terdapat jamaah yang positif COVID-19 maka jamaah tersebut akan dikarantina selama dua minggu dan kemudian diberangkatkan kembali setelah dipastikan negatif," tandas Fauzi.
Sebanyak 284 jamaah umrah dari Samira Travel berangkat perdana pada Minggu (17/1/2021) dari Bandara Internasional Juanda T2. Rombongan langsung menuju Madinah menggunakan pesawat JT3100 Lion Air Premium. Ratusan jamaah itu ada yang dari Surabaya, Semarang, Solo, Jakarta, dan Kalimantan Timur (Kaltim).
"Kami berharap keberangkatan ini menjadi angin segar bagi semua jamaah yang tertunda serta untuk travel perjalanan umrah. Semoga di bulan Februari, prosedur makin dimudahkan dan dibuka bagi jamaah di atas 50 tahun, juga bisa memberangkatkan jamaah 10 Hari sekali," kata Direktur Utama Samira Travel, Fauzi Wahyu Muntoro, Senin (18/1/2021).
Baca juga: Kalah Gugatan, PT Antam Diminta Bayar 1,1 Ton Emas Kepada Pengusaha Surabaya
Dari jamaah umrah yang berangkat itu, ada rombongan dari Batulicin, Kalimantan Selatan, yang saat ini daerahnya sedang dilanda banjir. Juga tiga orang jamaah dari Mamuju, yang tempat tinggalnya baru dilanda gempa bumi. Perjalanan umrah ini memakan waktu 11 jam.
Pemberangkatan jamaah ini dilakukan dengan prosedur protokol kesehatan yang ketat. Jamaah wajib dikarantina selama satu hari sebelum keberangkatan dan diswab. "Jika terdapat jamaah yang positif COVID-19 maka jamaah tersebut akan dikarantina selama dua minggu dan kemudian diberangkatkan kembali setelah dipastikan negatif," tandas Fauzi.
Lihat Juga :