Survei JSPP: Implementasi Protokol Kesehatan Warga Kota Bandung Rendah
Jum'at, 15 Januari 2021 - 04:11 WIB
BANDUNG - Komunitas Bandung Kolaborasi bersama Jaringan Survei Pemuda dan Pelajar (JSPP) menilai, pemahaman warga Kota Bandung terkait protokol kesehatan (prokes) berbanding terbalik dengan implementasinya. SINDOnews/Agung
BANDUNG - Komunitas Bandung Kolaborasi bersama Jaringan Survei Pemuda dan Pelajar (JSPP) menilai, pemahaman warga Kota Bandung terkait protokol kesehatan (prokes) berbanding terbalik dengan implementasinya.
Penilaian tersebut merupakan salah satu temuan hasil survei Evaluasi Kinerja Pemerintah di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Menurut Masyarakat Kota Bandung yang digelar oleh JSPP. Berdasarkan hasil survei, JSPP menilai, implementasi prokes oleh warga Kota Bandung rendah.
Direktur JSPP, Salman Hamdani menyatakan, perbandingan antara pemahaman dan implementasi prokes warga Kota Bandung masih jomplang. Di satu sisi, pemahaman warga Kota Bandung terhadap prokes tinggi, namun dalam tataran implementasinya masih rendah.
Dia memaparkan, dalam survei yang melibatkan 500 responden dari berbagai kalangan itu, pemahaman dan keyakinan warga Kota Bandung dalam menggunakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mencuci tangan sebagai upaya pencegahan COVID-19 sangat tinggi, bahkan persentasenya rata-rata di atas 90 persen.
Penilaian tersebut merupakan salah satu temuan hasil survei Evaluasi Kinerja Pemerintah di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Menurut Masyarakat Kota Bandung yang digelar oleh JSPP. Berdasarkan hasil survei, JSPP menilai, implementasi prokes oleh warga Kota Bandung rendah.
Direktur JSPP, Salman Hamdani menyatakan, perbandingan antara pemahaman dan implementasi prokes warga Kota Bandung masih jomplang. Di satu sisi, pemahaman warga Kota Bandung terhadap prokes tinggi, namun dalam tataran implementasinya masih rendah.
Dia memaparkan, dalam survei yang melibatkan 500 responden dari berbagai kalangan itu, pemahaman dan keyakinan warga Kota Bandung dalam menggunakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mencuci tangan sebagai upaya pencegahan COVID-19 sangat tinggi, bahkan persentasenya rata-rata di atas 90 persen.
Lihat Juga :