Survei JSPP: Implementasi Protokol Kesehatan Warga Kota Bandung Rendah

Jum'at, 15 Januari 2021 - 04:11 WIB
loading...
Survei JSPP: Implementasi...
BANDUNG - Komunitas Bandung Kolaborasi bersama Jaringan Survei Pemuda dan Pelajar (JSPP) menilai, pemahaman warga Kota Bandung terkait protokol kesehatan (prokes) berbanding terbalik dengan implementasinya. SINDOnews/Agung
A A A
BANDUNG - Komunitas Bandung Kolaborasi bersama Jaringan Survei Pemuda dan Pelajar (JSPP) menilai, pemahaman warga Kota Bandung terkait protokol kesehatan (prokes) berbanding terbalik dengan implementasinya.

Penilaian tersebut merupakan salah satu temuan hasil survei Evaluasi Kinerja Pemerintah di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Menurut Masyarakat Kota Bandung yang digelar oleh JSPP. Berdasarkan hasil survei, JSPP menilai, implementasi prokes oleh warga Kota Bandung rendah.

Direktur JSPP, Salman Hamdani menyatakan, perbandingan antara pemahaman dan implementasi prokes warga Kota Bandung masih jomplang. Di satu sisi, pemahaman warga Kota Bandung terhadap prokes tinggi, namun dalam tataran implementasinya masih rendah.

Dia memaparkan, dalam survei yang melibatkan 500 responden dari berbagai kalangan itu, pemahaman dan keyakinan warga Kota Bandung dalam menggunakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mencuci tangan sebagai upaya pencegahan COVID-19 sangat tinggi, bahkan persentasenya rata-rata di atas 90 persen.

Namun, lanjut dia, dalam tataran implementasinya, persentase hasil survei yang diperoleh rata-rata di kisaran 50 persen. Dia menyebutkan, kebiasaan warga Kota Bandung dalam menggunakan masker hanya 63 persen, menjaga jarak 54 persen, menghindari kerumunan 55 persen, dan mencuci tangan 67 persen.

"Artinya, implementasi warga Kota Bandung dalam menerapkan protokol kesehatan masih rendah," ujar Salman saat merilis hasil survei JSPP di kawasan Jalan Braga, Kota Bandung, Kamis (14/1/2021).

Selain temuan tersebut, lanjut Salman, pihaknya juga menemukan fakta bahwa 10 persen warga Kota Bandung tidak percaya terhadap informasi soal COVID-19, tidak khawatir dengan COVID-19, dan tidak yakin pemerintah mampu menangani COVID-19.

"Selain itu, dari berbagai kebijakan pemerintah terkait penanganan COVID-19 yang cenderung berbeda dengan harapan masyarakat, yakni pengetatan kegiatan ekonomi (hanya 31 persen yang setuju) dan kebijakan pembelajaran online (hanya 42 persen yang setuju)," paparnya. Baca: Bocah Pembunuh Teller Cantik Bank BUMN di Denpasar Mulai Jalani Sidang.

Dalam kesempatan itu, Salman juga memaparkan bahwa mayoritas warga Kota Bandung menyetujui vaksinasi COVID-19 yang digaungkan oleh pemerintah saat ini.

Dia menyebutkan, sebanyak 70 persen warga Kota Bandung setuju bahwa vaksinasi merupakan jawaban segala upaya penanganan COVID-19. Hanya 16 persen yang tidak setuju dan 14 persen lainnya mengaku tidak tahu.

Meski setuju vaksinasi COVID-19 menjadi solusi dalam mengatasi pandemi, namun hanya sekitar 45 persen warga Kota Bandung yang meyakini bahwa vaksinasi jawaban segala upaya penanganan pandemi COVID-19. Sedangkan 35 persen di antaranya mengaku masih ragu-ragu, 10 persen tidak yakin, dan 9 persen tidak tahu. Baca Juga: Polres Lampung Utara Bekuk Pemakai dan Pengedar Sabu.

"Adapun warga Kota Bandung yang bersedia menjalani vaksinasi tercatat hanya 52 persen. Sedangkan 41 persen di antaranya tidak bersedia dan 7 persen tidak tahu. Umumnya, meraka yang menolak vaksinasi mayoritas beralasan karena takut," bebernya.
(nag)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Fakta Baru Terungkap,...
Fakta Baru Terungkap, Taufik Hidayat Sekap dan Aniaya Kekasihnya di Empat Lokasi
Urgensi Pendekatan Humanis...
Urgensi Pendekatan Humanis dalam Penataan Kota dan Relokasi UMKM
Gus Falah Desak Pelaku...
Gus Falah Desak Pelaku Penyekapan dan Penyiksaan Brutal Wanita di Bandung Dihukum Seberat-Beratnya
LAZ Abulyatama Indonesia...
LAZ Abulyatama Indonesia Resmikan Cabang LPP Jawa Barat
Kang Cucun Gelar Pasar...
Kang Cucun Gelar Pasar Murah di Desa Ciheulang Ciparay
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
Pasar Potensial Industri...
Pasar Potensial Industri Pembiayaan, Chailease Finance Dukung Pertumbuhan UKM Bandung
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Rekomendasi
Ancaman PHK Masih Mengintai,...
Ancaman PHK Masih Mengintai, Said Iqbal: Dipicu Kenaikan Harga BBM dan Relokasi Pabrik
Jadwal Babak 32 Besar...
Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Brasil Jumpa Jepang, Argentina Ditantang Cape Verde
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
Berita Terkini
Mahasiswa Gelar Solidarity...
Mahasiswa Gelar Solidarity Campaign di Area CFD Sudirman-MH Thamrin, Buka Percakapan dengan Rakyat
Cegah Stunting lewat...
Cegah Stunting lewat Program Genting, Menteri Wihaji Salurkan Bantuan RTLH di Sleman
Jelang Hari Bhayangkara...
Jelang Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Riau Tuntaskan 110 Jembatan Merah Putih Presisi
Deteksi Bibit Siklon...
Deteksi Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi
Dukung Generasi Alpha...
Dukung Generasi Alpha dan Beta, S-26 Gelar Event di Surabaya dan Jakarta
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Ribuan Warga Padati CFD Sudirman-Thamrin Saksikan Karnaval Budaya
Infografis
Rute Pawai Akbar Persib...
Rute Pawai Akbar Persib Bandung Juara Liga 1 2024/2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved