Tangis Haru, Mahasiswa Cantik vs Ibu Kandung Pilih Berdamai
Rabu, 13 Januari 2021 - 17:37 WIB
Kasus mahasiswi cantik versus ibu kandung di Demak Jawa Tengah berakhir. Pelukan erat dan tangis keduanya seketika pecah di Kantor Kejaksaan Negeri Demak.
DEMAK - Kasus mahasiswi cantik versus ibu kandung di Demak, Jawa Tengah berakhir. Pelukan erat dan tangis keduanya seketika pecah di Kantor Kejaksaan Negeri Demak, Rabu (13/1/2021). Air mata Agesti Ayu Wulandari (19) tumpah di pelukan ibunya Sumiyatun. Dengan suara sesenggukan dia meminta maaf kepada orangtua yang telah membesarkannya.
Mendengar itu, Sumiyatun juga tak kuasa menahan tangisnya. Dengan sangat erat dia memeluk Agesti Ayu. Tangannya pun mengusap punggung anak pertamanya itu. Pelukan disertai tangisan keharuan itu menandai babak baru perkara ibu yang dipolisikan anak kandungnya.
Agesti Ayu mengubah keputusannya. Di tengah ujian kuliah, Agesti Ayu pamit terbang dari Jakarta menuju Kota Wali untuk bertemu ibu kandungnya. Dia bersedia mencabut laporannya. "Ibu, saya tetap anak ibu. Mohon maaf selama ini Agesti ada salah," kata Agesti dengan suara menahan tangis. Baca juga: Polisi Sebut Penahanan Ibu Dilaporkan Anak Kandungnya atas Saran Jaksa
Setelah pelukan hangat itu, Agesti tidak lagi memandang Sumiyatun sebagai pelaku penganiyaan, tetapi sebagai seorang ibu yang sayang kepada anak-anaknya. "Bagaimana pun dia adalah orangtua yang sangat saya banggakan. Yang membesarkan saya. Yang melahirkan saya," kata Agesti kepada awak media di depan ibunya.
Mendengar itu, Sumiyatun juga tak kuasa menahan tangisnya. Dengan sangat erat dia memeluk Agesti Ayu. Tangannya pun mengusap punggung anak pertamanya itu. Pelukan disertai tangisan keharuan itu menandai babak baru perkara ibu yang dipolisikan anak kandungnya.
Agesti Ayu mengubah keputusannya. Di tengah ujian kuliah, Agesti Ayu pamit terbang dari Jakarta menuju Kota Wali untuk bertemu ibu kandungnya. Dia bersedia mencabut laporannya. "Ibu, saya tetap anak ibu. Mohon maaf selama ini Agesti ada salah," kata Agesti dengan suara menahan tangis. Baca juga: Polisi Sebut Penahanan Ibu Dilaporkan Anak Kandungnya atas Saran Jaksa
Setelah pelukan hangat itu, Agesti tidak lagi memandang Sumiyatun sebagai pelaku penganiyaan, tetapi sebagai seorang ibu yang sayang kepada anak-anaknya. "Bagaimana pun dia adalah orangtua yang sangat saya banggakan. Yang membesarkan saya. Yang melahirkan saya," kata Agesti kepada awak media di depan ibunya.
Lihat Juga :