Keluarga Pramugari NAM Air: Setiap Mau Terbang dan Mendarat Selalu Telepon, Kali Ini Sudah 3 Jam Terbang Gak Ada Kabar
Minggu, 10 Januari 2021 - 18:43 WIB
Ibunda Oke Dhurrotul Jannah (23), memperlihatkan foto Pramugari NAM Air yang ikut menjadi korban dalam peristiwa jatuhnya Sriwijaya Air, Sabtu (9/1/2021) di Kepulauan Seribu. Foto: MNC Portal Indonesia/Adi Haryanto
BANDUNG BARAT - Nasib nahas juga dialami Oke Dhurrotul Jannah (23), warga Kampung Manglayang, RT 01/03, Desa Cihanjuang Rahayu, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Dia adalah pramugari NAM Air , anak perusahaan dari Sriwijaya Air.
Sebelum kejadian, dia mendapat kepercayaan untuk menjadi salah satu crew di pesawat Sriwijaya Air SJ-182, tujuan Jakarta-Pontianak, yang jatuh di sekitar Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2021). (Baca Juga: Pramugari Mia Tresetyani Sempat Telpon Ibunya Sebelum Sriwijaya Air Jatuh)
Keberadaanya dalam pesawat nahas itu pun membuat pihak keluarga kaget, sebab mereka hanya mengetahui jika Oke merupakan pramugari NAM Air selama 5 tahun terakhir. "Keluarga besar kaget karena dia ada dalam daftar manifes penumpang Sriwijaya Air. Kerjanya pramugari di NAM Air, bukan Sriwijaya, makanya kita kaget dan gak nyangka ada di sana (Sriwijaya Air)," terang adik sepupu korban, Destri Nurhayati, Minggu (10/1/2021).
Setelah kejadian, keluarganya baru mendapatkan penjelasan dari pihak Sriwijaya Air, kalau Oke saat itu menjadi crew tambahan (tidak sedang bertugas). Dia baru akan bertugas untuk penerbangan Sriwijaya Air dari Pontianak ke Jakarta, sementara dari Jakarta ke Pontianak tercatat dalam manifes penumpang.
Sebelum kejadian, dia mendapat kepercayaan untuk menjadi salah satu crew di pesawat Sriwijaya Air SJ-182, tujuan Jakarta-Pontianak, yang jatuh di sekitar Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2021). (Baca Juga: Pramugari Mia Tresetyani Sempat Telpon Ibunya Sebelum Sriwijaya Air Jatuh)
Keberadaanya dalam pesawat nahas itu pun membuat pihak keluarga kaget, sebab mereka hanya mengetahui jika Oke merupakan pramugari NAM Air selama 5 tahun terakhir. "Keluarga besar kaget karena dia ada dalam daftar manifes penumpang Sriwijaya Air. Kerjanya pramugari di NAM Air, bukan Sriwijaya, makanya kita kaget dan gak nyangka ada di sana (Sriwijaya Air)," terang adik sepupu korban, Destri Nurhayati, Minggu (10/1/2021).
Setelah kejadian, keluarganya baru mendapatkan penjelasan dari pihak Sriwijaya Air, kalau Oke saat itu menjadi crew tambahan (tidak sedang bertugas). Dia baru akan bertugas untuk penerbangan Sriwijaya Air dari Pontianak ke Jakarta, sementara dari Jakarta ke Pontianak tercatat dalam manifes penumpang.
Lihat Juga :