Tunggu Sampai COVID-19 Mereda, Unjani Perpanjang Perkuliahan Jarak Jauh
Minggu, 10 Januari 2021 - 04:11 WIB
Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani, Cimahi, Hikmahanto Juwana. Foto/SINDOnews/Adi Haryanto
CIMAHI - Perkuliahan mahasiswa di Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Cimahi, belum akan dilakukan secara tatap muka langsung. Itu dilakukan sebagai antisipasi masih tingginya penyebaran COVID-19 y ang dikhawatirkan masuk ke lingkungan kampus. "Kuliah tatap muka belum akan dilakukan karena COVID-19 masih tinggi, kita tak mau ambil risiko. Tunggu aman saja dulu," kata Rektor Unjani Hikmahanto Juwana, Sabtu (9/1/2021).
Hikmahanto mengatakan, pembelajaran masih dilakukan dengan jarak jauh. Meski begitu, semua berjalan dengan baik dan semua bisa memahami karena kondisi masih sedang dalam kondisi pandemi.
Pihaknya masih mengacu kepada SKB empat menteri dan arahan dari pemerintah untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka. Sejauh ini pemerintah belum memberikan lampu hijau perkuliahan dilakukan secara tatap muka. "Kita ikuti arahan pemerintah untuk kuliah tatap muka full. Tapi kalau yang profesi sudah ada yang tatap muka, tapi dengan aturan protokol kesehatan ketat," tuturnya.
Menurutnya kendala pembelajaran tatap muka ini karena pemerintah memang belum merekomendasikan untuk itu. Sebab ketika perkuliahan dibuka maka bisa menimbulkan kerumuman dan aktivitas yang bisa membuat orang berkumpul. Hal tersebut tidak sejalan dengan upaya menekan penyebaran COVID-19. (Baca: Mabuk dan Tabrak Pemotor, Pengemudia Grand Livina Diamuk Massa).
Hikmahanto mengatakan, pembelajaran masih dilakukan dengan jarak jauh. Meski begitu, semua berjalan dengan baik dan semua bisa memahami karena kondisi masih sedang dalam kondisi pandemi.
Pihaknya masih mengacu kepada SKB empat menteri dan arahan dari pemerintah untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka. Sejauh ini pemerintah belum memberikan lampu hijau perkuliahan dilakukan secara tatap muka. "Kita ikuti arahan pemerintah untuk kuliah tatap muka full. Tapi kalau yang profesi sudah ada yang tatap muka, tapi dengan aturan protokol kesehatan ketat," tuturnya.
Menurutnya kendala pembelajaran tatap muka ini karena pemerintah memang belum merekomendasikan untuk itu. Sebab ketika perkuliahan dibuka maka bisa menimbulkan kerumuman dan aktivitas yang bisa membuat orang berkumpul. Hal tersebut tidak sejalan dengan upaya menekan penyebaran COVID-19. (Baca: Mabuk dan Tabrak Pemotor, Pengemudia Grand Livina Diamuk Massa).
Lihat Juga :