Pemkab Gresik Berlakukan PSBB dengan Jam Malam dan Chek Poin
Kamis, 07 Januari 2021 - 19:29 WIB
Suasana rapat koordinasi persiapan PSBB di Kantoe Bupati Gresik, Kamis (7/12/2021). Foto/SINDOnews/Ashadi
GRESIK - Penyebaran COVID-19 di Kabupaten Gresik kian mengkhawatirkan. Pemkab memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan menerapkan jam malam hingga chek poin. Pembatasan itu diberlakukan mulai 11-25 Januari 2021.
Pemberlakuan jam malam diharapkan dapat mencegah penyebaran COVID-19, memgingat sepekan terakhir terus meningkat dua kali lipat, dibanding yang sembuh. "Chek point di wilayah Kecamatan Gresik, Kebomas, Manyar, Menganti dan Driyorejo, diaktifkan kembali," kata Wakil Bupati Gresik M Qosim saat rapat bersama OPD di Pemkab Gresik, Kamis (7/1/2021).
Qosim mengatakan, pihaknya juga akan mengkaji beberapa wilayah lain yang dipandang rawan. Bahkan, operasi yustisi dan razia jam malam pada warung kopi akan kembali dilakukan. (Baca juga: Masyarakat Jateng Diajak Bertahan di Rumah 1 Bulan, Ganjar: Kita Mesti Berkorban)
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Gresik, Syaifudin Ghozali menyebut, jumlah pasien COVID-19 terus meningkat tajam. Sebanyak 16 Rumah Sakit (RS) rujukan COVID-19 hampir penuh. Dari kapasitas 500 tempat tidur, sudah terisi 400 pasien.
Pemberlakuan jam malam diharapkan dapat mencegah penyebaran COVID-19, memgingat sepekan terakhir terus meningkat dua kali lipat, dibanding yang sembuh. "Chek point di wilayah Kecamatan Gresik, Kebomas, Manyar, Menganti dan Driyorejo, diaktifkan kembali," kata Wakil Bupati Gresik M Qosim saat rapat bersama OPD di Pemkab Gresik, Kamis (7/1/2021).
Qosim mengatakan, pihaknya juga akan mengkaji beberapa wilayah lain yang dipandang rawan. Bahkan, operasi yustisi dan razia jam malam pada warung kopi akan kembali dilakukan. (Baca juga: Masyarakat Jateng Diajak Bertahan di Rumah 1 Bulan, Ganjar: Kita Mesti Berkorban)
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Gresik, Syaifudin Ghozali menyebut, jumlah pasien COVID-19 terus meningkat tajam. Sebanyak 16 Rumah Sakit (RS) rujukan COVID-19 hampir penuh. Dari kapasitas 500 tempat tidur, sudah terisi 400 pasien.
Lihat Juga :