LPA Jawa Timur Catat Penurunan Angka Kekerasan Terhadap Anak Selama 2020
Rabu, 06 Januari 2021 - 15:45 WIB
Kasus anak yang menghadapi persoalan hukum ( Anak Berhadapan dengan Hukum ( ABH ) ), yang melapor langsung ke LPA Jatim tahun 2019 sebanyak 3 dan di tahun 2020 sebanyak 30 kasus. Kasus pendidikan yang melapor langsung tahun 2019 sebanyak 3 kasus dan di tahun 2020 sebanyak 6 kasus.
"Ditinjau dari lokasi Kota atau kabupaten di Jatim, paling banyak terjadi di Surabaya dengan jumlah 36 kasus. Disusul Mojokerto 18 kasus," imbuh Isa.
Dia menambahkan, meski terjadi penurunan jumlah kasus, namun harus ada sejumlah tempat atau lokasi yang perlu diwaspadai. Seperti rumah, sekolah dan jalan. Sebab, dari catatan LPA Jatim, ketiga lokasi tersebut paling banyak terjadi kekerasan terhadap anak.
"Rumah dan sekolah ternyata masih menjadi tempat yang tidak aman bagi anak. Maka, pemerintah harus mengadakan program konseling pranikah agar pengasuhan terhadap anak menjadi baik dan rumah menjadi tempat yang aman bagi tumbuh kembang anak," imbuh Isa.
"Ditinjau dari lokasi Kota atau kabupaten di Jatim, paling banyak terjadi di Surabaya dengan jumlah 36 kasus. Disusul Mojokerto 18 kasus," imbuh Isa.
Dia menambahkan, meski terjadi penurunan jumlah kasus, namun harus ada sejumlah tempat atau lokasi yang perlu diwaspadai. Seperti rumah, sekolah dan jalan. Sebab, dari catatan LPA Jatim, ketiga lokasi tersebut paling banyak terjadi kekerasan terhadap anak.
"Rumah dan sekolah ternyata masih menjadi tempat yang tidak aman bagi anak. Maka, pemerintah harus mengadakan program konseling pranikah agar pengasuhan terhadap anak menjadi baik dan rumah menjadi tempat yang aman bagi tumbuh kembang anak," imbuh Isa.
(msd)
Lihat Juga :