Nataru, Pergerakan Penumpang di Bandara Sam Ratulangi Manado Alami Penurunan
Selasa, 05 Januari 2021 - 10:50 WIB
Nataru, Pergerakan Penumpang di Bandara Sam Ratulangi Manado Alami Penurunan. Foto/Sub
MANADO - Selama 18 hari masa Posko Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020/2021 yang dimulai 18 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021 di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado terjadi penurunan jumlah penumpang hingga 50 persen.
Total jumlah penumpang 62.929, dibandingkan dengan periode posko nataru 2019/2020 mencapai 126.888 penumpang.
Minggus Gandeguai selaku General Manager Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado mengatakan, pergerakan pesawat juga mengalami penurunan mencapai 27 persen dengan total 856 sedangkan periode tahun sebelumnya mencapai 1.169.
“Masih terlihat penurunan jumlah pergerakan pesawat maupun penumpang pada periode libur Nataru tahun ini. Adapun rata-rata pergerakan pesawat sejak H-7 Natal hingga H+3 Tahun Baru sekitar 47 pergerakan. Sedangkan rata-rata pergerakan penumpang tiba dan berangkat sebesar 3.496 yang mana tahun sebelumnya mencapai 7.049 pergerakan penumpang,” ungkap Minggus, Selasa (5/1/2021).
Minggus menambahkan, pergerakan kargo menunjukkan pertumbuhan yang positif. Berbeda dengan pergerakan penumpang dan pesawat, pada pergerakan kargo terjadi peningkatan hingga 17 persen atau sebesar 905 ton dibandingkan tahun lalu sebesar 772 ton.
"Masyarakat yang tidak dapat berpergian nampaknya lebih memilih untuk mengirimkan kargo, hal ini terlihat pada pergerakan kargo didominasi oleh kargo in-coming (aliran kedatangan kargo) yang mencapai 677 ton," katanya.
Total jumlah penumpang 62.929, dibandingkan dengan periode posko nataru 2019/2020 mencapai 126.888 penumpang.
Minggus Gandeguai selaku General Manager Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado mengatakan, pergerakan pesawat juga mengalami penurunan mencapai 27 persen dengan total 856 sedangkan periode tahun sebelumnya mencapai 1.169.
“Masih terlihat penurunan jumlah pergerakan pesawat maupun penumpang pada periode libur Nataru tahun ini. Adapun rata-rata pergerakan pesawat sejak H-7 Natal hingga H+3 Tahun Baru sekitar 47 pergerakan. Sedangkan rata-rata pergerakan penumpang tiba dan berangkat sebesar 3.496 yang mana tahun sebelumnya mencapai 7.049 pergerakan penumpang,” ungkap Minggus, Selasa (5/1/2021).
Minggus menambahkan, pergerakan kargo menunjukkan pertumbuhan yang positif. Berbeda dengan pergerakan penumpang dan pesawat, pada pergerakan kargo terjadi peningkatan hingga 17 persen atau sebesar 905 ton dibandingkan tahun lalu sebesar 772 ton.
"Masyarakat yang tidak dapat berpergian nampaknya lebih memilih untuk mengirimkan kargo, hal ini terlihat pada pergerakan kargo didominasi oleh kargo in-coming (aliran kedatangan kargo) yang mencapai 677 ton," katanya.
Lihat Juga :