Anggaran Rp27 Miliar RPH Terancam Dialihkan, BTT Siap Akomodir
Rabu, 23 Desember 2020 - 07:37 WIB
Anggaran senilai Rp27 miliar untuk pengembangan RPH terancam dialihkan ke kabupaten lain. Foto SINDOnews/Ilustrasi
MAKASSAR - Proyek pembangunan rumah pemotongan hewan (RPH) terintegrasi terancam mangkrak. Lahan seluas 3 hektare yang menjadi kewajiban Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar belum tuntas. Padahal, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) telah menyiapkan anggaran senilai Rp27 miliar pada APBD 2021 untuk pembangunan tahap II.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar, Andi Herliani mengatakan pembebasan lahan RPH mendesak. Jika tidak segera dibebaskan, maka pemerintah provinsi berencana akan mengalihkan anggaran pembangunan ke kabupaten lain.
"Kita sudah di warning, kalau anggaran pembebasan lahan tidak ada kejelasan tahun ini, maka anggaran dari provinsi sebesar Rp27 miliar untuk pengembangan RPH terintegrasi dibatalkan dan anggarannya dialihkan ke kabupaten lain," kata Heliani, kepada SINDOnews, Rabu (22/12/2020).
Menurut dia, pengalihan anggaran ke daerah lain lantaran Pemkot Makassar dinilai tidak komitmen dalam menyiapkan lahan. Padahal Pemprov Sulsel tidak tanggung-tanggung dalam mengeluarkan anggaran. Apalagi proyek ini menjadi program prioritas Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar, Andi Herliani mengatakan pembebasan lahan RPH mendesak. Jika tidak segera dibebaskan, maka pemerintah provinsi berencana akan mengalihkan anggaran pembangunan ke kabupaten lain.
"Kita sudah di warning, kalau anggaran pembebasan lahan tidak ada kejelasan tahun ini, maka anggaran dari provinsi sebesar Rp27 miliar untuk pengembangan RPH terintegrasi dibatalkan dan anggarannya dialihkan ke kabupaten lain," kata Heliani, kepada SINDOnews, Rabu (22/12/2020).
Menurut dia, pengalihan anggaran ke daerah lain lantaran Pemkot Makassar dinilai tidak komitmen dalam menyiapkan lahan. Padahal Pemprov Sulsel tidak tanggung-tanggung dalam mengeluarkan anggaran. Apalagi proyek ini menjadi program prioritas Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah.
Lihat Juga :