JAS Hadirkan Layanan Cek Kesehatan Terintegrasi, Penumpang Makin Nyaman Bepergian dengan Pesawat

Kamis, 17 Desember 2020 - 10:03 WIB
Selain Tes COVID-19 untuk persiapan perjalanan maupun saat di bandara, penumpang juga akan didampingi oleh asisten pribadi yang bertugas memberikan bantuan saat check-in, imigrasi, paket sanitasi dan bungkus bagasi atau disinfectant bagasi. Asisten tersebut juga akan membantu memeriksa kesesuaian dokumen penumpang dengan peraturan di negara atau maskapai.

Menurut Nina Violenty, Head ASA, masih banyak sekali penumpang yang kurang memahami regulasi perjalanan yang sifatnya dinamis. Nina percaya bahwa Layanan Cek Kesehatan yang terintegrasi ini akan membuat penumpang merasa nyaman dan aman. (Baca juga; Keluar Masuk Jakarta Pakai Rapid Test Antigen, Kadishub: Itu Kebijakan Nasional )

"Hampir 85% pelanggan yang menggunakan layanan kami adalah penumpang internasional, yang memang jelas membutuhkan Tes PCR, bukan sekedar Rapid Test biasa. Jadi dengan Tes PCR 6 jam, mereka akan bisa terbang dengan nyaman," kata Nina.

Pada 2020 ini, JAS lewat layanan ASA-nya telah menangani sekitar 17,000 penumpang. Tidak hanya penumpang komersial, melainkan juga jamaah umroh. Khusus umroh ini biasanya layanan yang diberikan berupa jasa pendampingan selama berada di bandara, para jamaah juga dapat dibantu selama proses check-in, Tes PCR, tracking bagasi, dan penyediaan lounge serta makanan.

ASA telah berdiri selama 9 tahun sebagai bagian dari layanan ground handling JAS dan memiliki kelebihan utama yaitu akses informasi real time sehingga dapat melakukan koordinasi yang efektif untuk kedatangan atau keberangkatan penumpang. Pada 2019, ASA meluncurkan aplikasi seluler untuk mempermudah para penumpang melakukan pemesanan.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!