Belasan Calon Bintara Polri Kena Covid-19, SPN Batua Gelar Pendidikan Daring
Selasa, 15 Desember 2020 - 16:52 WIB
Joko mengatakan, pimpinan sempat memberikan dua pilihan untuk melanjutkan proses pendidikan siswa di tengah pandemi COVID-19. Pertama, seluruh siswa dikembalikan ke satuan jajaran polres masing-masing. Namun karena momentum pilkada saat itu, pilihan tersebut tidak diambil.
"Apalagi tenaga pendidik, tidak semua polres punya. Jadi kita pilih alternatif kedua untuk siswa dikembalikan ke rumah dan melaksanakan pembelajaran pendidikan virtual," ungkap mantan Tutor Utama Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri ini.
Dia menyampaikan, pola pendidikan daring di rumah, tetap menyesuaikan dengan proses pendidikan yang ada di SPN Polda Sulsel . Mulai dari pola makanan, hingga latihan dan olah fisik. Pola pendidikan kata Joko, melibatkan orang tua masing-masing siswa yang bertindak sebagai pengawas.
Baca Juga: Jelang Pilkada 2020, Polda Sulsel Siapkan Tim Penjinak Bom dan K9
"Sudah kita buatkan surat pernyataan orang tuanya," imbuh Joko.
Surat pernyataan ditekankan, agar siswa bersedia diawasi langsung oleh orang tua dan keluarganya selama menjalani pendidikan dari rumah. Aktivitas pendidikan mencakup latihan fisik seperti push up, lari hingga apel pagi. Teknisnya dijelaskan Joko, setiap siswa harus menyiarkan langsung pendidikan fisiknya kepada pelatih via virtual setiap hari.
"Jadi ini selama dua bulan pertama siswa ini menjalani pembinaan fisik, pembinaan mental. Kita gembleng agar memahami bahwa mereka adalah seorang bhayangkara. Supaya tahan mental. Setelah dua bulan baru diterapkan teori," ucapnya.
"Apalagi tenaga pendidik, tidak semua polres punya. Jadi kita pilih alternatif kedua untuk siswa dikembalikan ke rumah dan melaksanakan pembelajaran pendidikan virtual," ungkap mantan Tutor Utama Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri ini.
Dia menyampaikan, pola pendidikan daring di rumah, tetap menyesuaikan dengan proses pendidikan yang ada di SPN Polda Sulsel . Mulai dari pola makanan, hingga latihan dan olah fisik. Pola pendidikan kata Joko, melibatkan orang tua masing-masing siswa yang bertindak sebagai pengawas.
Baca Juga: Jelang Pilkada 2020, Polda Sulsel Siapkan Tim Penjinak Bom dan K9
"Sudah kita buatkan surat pernyataan orang tuanya," imbuh Joko.
Surat pernyataan ditekankan, agar siswa bersedia diawasi langsung oleh orang tua dan keluarganya selama menjalani pendidikan dari rumah. Aktivitas pendidikan mencakup latihan fisik seperti push up, lari hingga apel pagi. Teknisnya dijelaskan Joko, setiap siswa harus menyiarkan langsung pendidikan fisiknya kepada pelatih via virtual setiap hari.
"Jadi ini selama dua bulan pertama siswa ini menjalani pembinaan fisik, pembinaan mental. Kita gembleng agar memahami bahwa mereka adalah seorang bhayangkara. Supaya tahan mental. Setelah dua bulan baru diterapkan teori," ucapnya.
Lihat Juga :