Warga Bingung soal Vaksin COVID-19, Peran Jubir Dipertanyakan
Selasa, 15 Desember 2020 - 07:00 WIB
Anggota Komisi 1 DPR-RI, Muhammad Farhan saat menghadiri rapid test masif yang dilaksanakan PRSI Jabar sekaligus meninjau paramedic chamber buatan UPI Bandung, Senin (8/6/2020). Foto: Dok/SINDOnews
BANDUNG - Masyarakat hingga kini masih kebingungan terkait kebijakan vaksinasi yang bakal dilakukan pemerintah. Semestinya, masyarakat telah mulai teredukasi terkait program dan skema vaksinasi, memanfaatkan peran lima juru bicara vaksinasi COVID-19 yang baru ditunjuk.
Tokoh warga Jabar yang juga Anggota Komisi 1 DPR RI , Muhammad Farhan mengatakan, hingga saat ini publik masih bingung, terutama warga kurang mampu dan warga pelosok untuk mendapatkan vaksin COVID-19 . Padahal, program vaksinasi digadang-gadang bakal dilakukan awal tahun depan. "Saya tidak mengerti, mengapa lima jubir pemerintah yang ditunjuk untuk menjelaskan tentang vaksin COVID-19 ini seperti nggak terdengar di manapun," ujar Farhan dalam keterangan resminya, Senin (14/12/2020).
Menurut dia, lima juru bicara ini belum memberikan keyakinan kepada masyarakat soal vaksin. Terutama soal teknis penerimaannya. "Narasi komunikasi publik yang dibangun oleh pemerintah tidak jelas. Vaksin ini harus dipersepsikan sebagai apa? Solusi semua permasalah akibat pandemik? Atau salah satu dari sekian banyak solusi," tegas Farhan. (Baca Juga: Uji Vaksin COVID-19 Meleset, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Bersabar)
Akibatnya, publik dihadapkan pada situasi bimbang soal vaksin ini karena kerap bertolak belakang dengan wacana terkait agenda vaksinasi. "Akibatnya sekarang masyarakat berspekulasi macam - macam soal vaksin COVID-19 ini. Mulai dari risiko dan manfaatnya, sampai ke pertanyaan siapa yang dapat gratis, siapa yang wajib, siapa yang harus bayar," ujarnya.
Tokoh warga Jabar yang juga Anggota Komisi 1 DPR RI , Muhammad Farhan mengatakan, hingga saat ini publik masih bingung, terutama warga kurang mampu dan warga pelosok untuk mendapatkan vaksin COVID-19 . Padahal, program vaksinasi digadang-gadang bakal dilakukan awal tahun depan. "Saya tidak mengerti, mengapa lima jubir pemerintah yang ditunjuk untuk menjelaskan tentang vaksin COVID-19 ini seperti nggak terdengar di manapun," ujar Farhan dalam keterangan resminya, Senin (14/12/2020).
Menurut dia, lima juru bicara ini belum memberikan keyakinan kepada masyarakat soal vaksin. Terutama soal teknis penerimaannya. "Narasi komunikasi publik yang dibangun oleh pemerintah tidak jelas. Vaksin ini harus dipersepsikan sebagai apa? Solusi semua permasalah akibat pandemik? Atau salah satu dari sekian banyak solusi," tegas Farhan. (Baca Juga: Uji Vaksin COVID-19 Meleset, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Bersabar)
Akibatnya, publik dihadapkan pada situasi bimbang soal vaksin ini karena kerap bertolak belakang dengan wacana terkait agenda vaksinasi. "Akibatnya sekarang masyarakat berspekulasi macam - macam soal vaksin COVID-19 ini. Mulai dari risiko dan manfaatnya, sampai ke pertanyaan siapa yang dapat gratis, siapa yang wajib, siapa yang harus bayar," ujarnya.
Lihat Juga :