Waspada, Ketinggian Air Kali Lamong Capai 2,25 Meter

Senin, 14 Desember 2020 - 19:40 WIB
Warga Surabaya barat harus tetap wasada seiring dengan tingginya air di Kali Lamong yang sore ini mencapai 2,25 meter. Foto: SINDOnews/Aan Haryono
SURABAYA - Banjir di Kabupaten Gresik masih parah. Kondisi itu juga memiliki dampak di perbatasan Surabaya, terutama di sepanjang aliran Kali Lamong. Sampai sore ini, debit air di Sungai Kali Lamong yang berada di Kelurahan Sumberrejo, Kecamatan Pakal Surabayaterus mengalami peningkatan.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini langsungmeninjaukondisi Kali Lamong. Termasukmemastikan kondisi tanggul mampu menahan aliran air anak Sungai Bengawan Solo tersebut. (Baca Juga: Santer Diisukan Jadi Menteri Sosial, Ini Jawaban Risma)





"Tadi saya meninjau ke sana ketinggian air Kali Lamong itu 2,25 meter, dulu pernah 3 meter. Sekitar bulan November kemarin, tanggul kita sudah penuh menutup sepanjang Kali Lamong yang melintasi wilayah kita (Surabaya). Kurang lebih panjangnya 14 kilometer," kata Risma, Senin (13/12/2020).

Dia melanjutkan, karena endapan lumpur di Sungai Bengawan Solo tinggi, maka ketika terjadi hujan deras aliran air meluap dan turun ke anak sungai. Salah satunya ialah turun atau mengalir ke Kali Lamong yang melintasi Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Gresik dan bermuara di Kota Surabaya. “Nah yang kita lakukan, kan ada sungai yang menuju Kali Lamong, itu tadi ketinggiannya (kenaikannya) mungkin hanya sekitar 20 - 40 sentimeter yang ada di dalam tanggul kita, itu kemudian (airnya) kita pompa," katanya. (Baca Juga: Lagi, 2 Kecamatan di Gresik Selatan Terendam Luapan Kali Lamong)

Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya banjir ketika debit air di Kali Lamong tinggi. Karenanya, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya juga membangun tanggul secara konvensional di sepanjang Kali Lamong yang melintasi wilayah Surabaya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!