Sempat Menolak Diisolasi Corona, Sopir Truk Meninggal Dunia
Selasa, 12 Mei 2020 - 21:38 WIB
Seorang PDP (Pasien dalam Pengawasan) Covid-19 di Kabupaten Blitar meninggal dunia dalam perawatan di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Ilustrasi/SINDOnews
BLITAR - Seorang PDP (Pasien dalam Pengawasan) Covid-19 di Kabupaten Blitar meninggal dunia dalam perawatan di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Lelaki 56 tahun asal Kecamatan Garum itu bekerja sebagai sopir truk pengangkut telur ayam Blitar-Jakarta.
Sakit dengan gejala klinis yang mengarah tersebut diduga diperoleh dari aktivitas hariannya (pulang pergi) di wilayah zona merah Covid-19 (Jakarta). "Iya betul (PDP meninggal dunia)," ujar Krisna Yekti, juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Blitar Selasa (12/5/2020).
Sopir truk telur itu mulai mengeluh sakit sejak 3 Mei 2020. Selain demam dan batuk, ia juga beberapa kali muntah. Petugas medis di desa sudah merekomendasikan untuk segera diisolasi di rumah sakit.
Diduga karena alasan harus tetap bekerja, yang bersangkutan menolak. "Diarahkan dibawa ke rumah sakit, tidak mau, "terang Krisna Yekti.
Sakit dengan gejala klinis yang mengarah tersebut diduga diperoleh dari aktivitas hariannya (pulang pergi) di wilayah zona merah Covid-19 (Jakarta). "Iya betul (PDP meninggal dunia)," ujar Krisna Yekti, juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Blitar Selasa (12/5/2020).
Sopir truk telur itu mulai mengeluh sakit sejak 3 Mei 2020. Selain demam dan batuk, ia juga beberapa kali muntah. Petugas medis di desa sudah merekomendasikan untuk segera diisolasi di rumah sakit.
Diduga karena alasan harus tetap bekerja, yang bersangkutan menolak. "Diarahkan dibawa ke rumah sakit, tidak mau, "terang Krisna Yekti.
Lihat Juga :