Dugaan Politik Uang, Massa Gerebek Kampanye Gelap di Masjid

Senin, 07 Desember 2020 - 07:30 WIB
Kapolsek Kota Ponorogo, AKP Haryo Kusbintoro yang turun ke lokasi menyebutkan, mendapat laporan warga adanya kegiatan kampanye di masjid. Namun karena terkait dengan pilkada penanganan kasusnya di Bawaslu Ponorogo. Para pelaku selanjutnya diamankan polisi dan dibawa ke kantor Bawaslu Ponorogo.

“Kami mendapat laporan warga adanya pengumpulan massa di masjid, ternyata betul. Mereka menyampaikan sosilisasi pencoblosan di musllah, masjid, padahal kan sebenarnya tidak boleh,” ujarnya. (Baca Juga: Forkopimda Sulut - Bawaslu Pantau Penertiban APK di Wilayah Manado, Minut dan Bitung)



Selain itu, juga beredar kabar ada pembagian politik uang kepada pemilih, bahkan pelaku kampanye gelap ini adalah Ketua KPPS 5 Kelurahan Cokromenggalan, yang diketahui bermana Agung. Saat ditanya alasannya menggelar kegiatan di masjid, dia hanya beralasan kebetulan. “Tadi saya mau ke rumah teman, tapi ketemu disini,” tuturnya kepada petugas. (Baca Juga: Jelang Pilkada 2020, Polda Sulsel Siapkan Tim Penjinak Bom dan K9)

Pilkada Ponorogo diikuti dua pasangan calon, nomor satu pasangan calon, sugiri Sancoko- Lisdyarita diusung oleh PDIP, Hanura, PAN dan PPP. Satu pasangan lainnya, yakni Ipong Muchlissoni- Bambang Tri Wahono yang diusung oleh Partai Nasdem, PKB, Gerindra, Demokrat dan PKS.
(nic)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!