Ibu Dua Anak Anggota Kowal Ini Gabung Pasukan Garuda ke Lebanon
Selasa, 01 Desember 2020 - 10:23 WIB
“Periode ini total prajurit TNI yang tergabung dan berangkat dalam misi PBB sebanyak 850 personel. Khusus prajurit wanita dari TNI angkatan darat, udara hingga laut hanya 50 orang, termasuk saya, tentu saya sangat senang sekali karena untuk seluruh Indonesia Kowal yang lulus seleksi hanya 13 orang,” ujarnya.
(baca juga: Polri Kirim Pasukan Perdamaian Garuda Bhayangkara II ke Afrika Tengah )
Untuk bergabung misi perdamaian ini tutur, Silvi, awalnya dia mengikuti tes pada Agustus 2020, ters tersebut berupa jasmani, psikologi, dan bahasa Inggris. Hasil tersebut dia dinyatakan lulus lalu melaksanakan pratugas sejak 27 September hingga 28 Oktober 2020 di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian Tentara Nasional Indonesia di Bogor. “Setelah keluar hasil tes seminggu saya melaksanakan pratugas, saat keluar hasil tes saya sontak terkejut dan bahagia,” ceritanya.
Meski dia harus meninggalkan anaknya yang baru berusia 3 dan 5 tahun dan tinggal bersama orang tua namun suaminya Serka Ade Surya dari angkatan darat bersama orang tuanya mendukung keberangkatannya tersebut. “Keluarga Insya Allah mendukung, karena ini tugas negara juga. Suami sangat mendukung penuh,” tuturnya.
Kini Silvi masih menunggu keberangkatan ke Lebanon, karena belum ada pemberitahuan namun katanya, pada Senin 7 Desember mendatang seluruh prajurit yang lulus akan dikumpulkan di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian Tentara Nasional Indonesia di Bogor. “Nanti kami disana akan melakukan karantina dulu selama 14 hari atau dua minggu sesuai dengan protokol kesehatan, tapi untuk berangkat ke Lebanon belum tahu,” ucapnya.
(baca juga: Ledakan di Beirut Jadi Titik Balik Perubahan Libanon )
(baca juga: Polri Kirim Pasukan Perdamaian Garuda Bhayangkara II ke Afrika Tengah )
Untuk bergabung misi perdamaian ini tutur, Silvi, awalnya dia mengikuti tes pada Agustus 2020, ters tersebut berupa jasmani, psikologi, dan bahasa Inggris. Hasil tersebut dia dinyatakan lulus lalu melaksanakan pratugas sejak 27 September hingga 28 Oktober 2020 di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian Tentara Nasional Indonesia di Bogor. “Setelah keluar hasil tes seminggu saya melaksanakan pratugas, saat keluar hasil tes saya sontak terkejut dan bahagia,” ceritanya.
Meski dia harus meninggalkan anaknya yang baru berusia 3 dan 5 tahun dan tinggal bersama orang tua namun suaminya Serka Ade Surya dari angkatan darat bersama orang tuanya mendukung keberangkatannya tersebut. “Keluarga Insya Allah mendukung, karena ini tugas negara juga. Suami sangat mendukung penuh,” tuturnya.
Kini Silvi masih menunggu keberangkatan ke Lebanon, karena belum ada pemberitahuan namun katanya, pada Senin 7 Desember mendatang seluruh prajurit yang lulus akan dikumpulkan di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian Tentara Nasional Indonesia di Bogor. “Nanti kami disana akan melakukan karantina dulu selama 14 hari atau dua minggu sesuai dengan protokol kesehatan, tapi untuk berangkat ke Lebanon belum tahu,” ucapnya.
(baca juga: Ledakan di Beirut Jadi Titik Balik Perubahan Libanon )
Lihat Juga :