Pandemi, Hasil Pembahasan Raperda di Seruyan Disampaikan Via Daring
Selasa, 01 Desember 2020 - 01:14 WIB
Rapat paripurna DPRD Seruyan di Kuala Pembuang, Senin (30/11/2020). Foto/iNews TV/Sigit Dzakwan
KUALA PEMBUANG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Seruyan, Kalimantan Tengah menggelar rapat paripurna secara daring di tengah pandemi COVID-19 di Kuala Pambuang , Senin (30/11/2020). Rapat dilaksanakan untuk menyampaikan hasil pembahasan Raperda tahun anggaran 2021.
Rapat paripurna secara daring dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Seruyan, Zuli Eko Prasetyo dan dihadiri pula oleh Wakil Bupati Seruyan, Iswanti. (Baca juga: Akses Jalan Kuala Pembuang-Bangkal Rusak Parah, Begini Kondisinya)
Anggota DPRD Seruyan, Argiansyah saat menyampaikan hasil pembahasan Raperda menyatakan, struktur APBD Seruyan tahun 2021 sendiri untuk pendapatan berjumlah Rp1.121.389.869.551. Rinciannya dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp137.473.857.461 pendapatan transfer Rp966.914.644.590 dan lain-lain pendapatan daerah yang sah senilai Rp17.001.367.500. (Baca juga: Viral Pengantin Laki-Laki Gandeng 2 Perempuan Cantik Sekaligus, Ini Kisahnya)
Sedangkan untuk kebijakan belanja terdiri dari belanja operasi dengan nilai Rp768.610.749.250 belanja modal Rp201.809.024.370 belanja tidak terduga Rp11.406.581.811 dan belanja transfer sebanyak Rp184.853.858.302 yang mana mengaami defisit sebesar Rp45.290.344.181.
Rapat paripurna secara daring dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Seruyan, Zuli Eko Prasetyo dan dihadiri pula oleh Wakil Bupati Seruyan, Iswanti. (Baca juga: Akses Jalan Kuala Pembuang-Bangkal Rusak Parah, Begini Kondisinya)
Anggota DPRD Seruyan, Argiansyah saat menyampaikan hasil pembahasan Raperda menyatakan, struktur APBD Seruyan tahun 2021 sendiri untuk pendapatan berjumlah Rp1.121.389.869.551. Rinciannya dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp137.473.857.461 pendapatan transfer Rp966.914.644.590 dan lain-lain pendapatan daerah yang sah senilai Rp17.001.367.500. (Baca juga: Viral Pengantin Laki-Laki Gandeng 2 Perempuan Cantik Sekaligus, Ini Kisahnya)
Sedangkan untuk kebijakan belanja terdiri dari belanja operasi dengan nilai Rp768.610.749.250 belanja modal Rp201.809.024.370 belanja tidak terduga Rp11.406.581.811 dan belanja transfer sebanyak Rp184.853.858.302 yang mana mengaami defisit sebesar Rp45.290.344.181.
Lihat Juga :